Kondisi Terkini Corona di India 7 Mei: 234 Ribu Total Kematian

Oleh: Yandri Daniel Damaledo - 7 Mei 2021
Dibaca Normal 1 menit
Lonjakan kasus corona COVID-19 di India masih terus terjadi dengan total kasus terkonfirmasi mencapai 21 juta.
tirto.id - Gelombang kedua corona COVID-19 di India masih terus terjadi. Negara tersebut melaporkan 414 ribu kasus COVID-19 baru dalam 24 jam terakhir yang berakhir pada pukul 08:00 Jumat (7/5), menjadikan total beban kasus di negara itu lebih dari 21 juta kasus.

Dilansir dari The India Express, dari jumlah tersebut, lebih dari 3,6 juta kasus saat ini aktif sementara lebih dari 17 juta orang telah pulih. Dengan 3.915 kematian baru, jumlah korban sekarang mencapai lebih dari 234 ribu.

Ketika negara itu melaporkan rekor 412 ribu kasus baru Covid-19 pada hari Kamis (6/5), Perdana Menteri Narendra Modi meninjau situasi pada pertemuan yang dihadiri oleh para menteri senior, di mana ia diberikan gambaran rinci tentang pandemi Covid di berbagai negara bagian dan distrik.

Dengan India mencatat jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam gelombang kedua, beberapa negara bagian memperpanjang penguncian dan pembatasan.

Kerala telah mengumumkan penguncian 9 hari mulai 8 Mei, dan Madhya Pradesh telah memperpanjang jam malam hingga 15 Mei. Rajasthan juga, mengumumkan penguncian yang ketat dari 10 Mei hingga 24 Mei.

Kepala Menteri Goa Pramod Sawant mengatakan keputusan untuk memberlakukan kuncian di keadaan akan diambil dalam dua atau tiga hari lagi.

Beberapa kereta Rajdhanis, Shatabdis, dan Vande Bharat Express dari Delhi telah dibatalkan sampai pemberitahuan lebih lanjut karena "peningkatan kasus Covid dan tingkat hunian yang buruk", kata otoritas Kereta Api pada hari Kamis (6/5).

Dilansir Antara, hingga kini rumah sakit tengah berjuang mendapatkan tempat tidur dan oksigen untuk merespons lonjakan infeksi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui laporan mingguan mengatakan bahwa India menyumbang hampir separuh kasus harian COVID yang dilaporkan di seluruh dunia pekan lalu dan seperempat dari jumlah kematian.

Menurut pakar medis, angka sebenarnya di India bisa menjadi lima atau 10 kali lipat dari angka resmi.

Krisis COVID-19 India yang paling akut terjadi di Ibu Kota New Delhi. Namun, di daerah perdesaan yang ditinggali oleh hampir 70 persen dari 1,3 miliar penduduk India pelayanan kesehatan masyarakat terbatas sehingga menyebabkan lebih banyak tantangan.

"Kondisi di desa-desa menjadi berbahaya," kata Suresh Kumar, kordinator lapangan badan HAM Manav Sansadhan Evam Mahila Vikas Sansthan.

Lonjakan infeksi juga berbarengan dengan penurunan drastis vaksinasi yang disebabkan oleh masalah pasokan dan pengiriman, sekalipun India menjadi produsen vaksin terbesar di dunia.



Baca juga artikel terkait UPDATE CORONA INDIA atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Agung DH
DarkLight