Kondisi Gunung Merapi Hari Ini Mengalami 62 Kali Gempa Guguran

Oleh: Alexander Haryanto - 14 Juli 2021
Dibaca Normal 1 menit
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km.
tirto.id - Gunung Merapi pada hari ini mengalami 62 kali gempa Guguran dengan amplitudo 3-26 mm dan lama gempa 15.1-119.6 detik. Data itu berdasarkan periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB tanggal 14 Juli 2021.

Situs magma.esdm.go.id melaporkan, Gunung Merapi juga mengalami 11 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 3-22 mm, S-P 0.2-0.6 detik dan lama gempa 5.2-9.4 detik.

Untuk potensi bahaya saat ini, berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.


Aktivitas Gunung Merapi

Gunung Api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 75 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan barat.

Klimatologi

Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan barat. Suhu udara sekitar 20-28°C. Kelembaban 59-72%. Tekanan udara 627-708.8 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 62 kali gempa Guguran dengan amplitudo 3-26 mm dan lama gempa 15.1-119.6 detik.
  • 4 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 6-10 mm, dan lama gempa 15.4-21.1 detik.
  • 11 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 3-22 mm, S-P 0.2-0.6 detik dan lama gempa 5.2-9.4 detik.
  • 5 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 30-74 mm, dan lama gempa 8.2-13.8 detik.


Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

4. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

5. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Penyelia: Iswara N Raditya
DarkLight