Menuju konten utama

Komnas HAM Sidak RS Polri dan Temui Korban Kerusuhan Aksi 22 Mei

Usai konflik pada 21 hingga 22 Mei, tim Komnas HAM melakukan sidak di rumah sakit Polri tempat dirawatnya korban aksi kerusuhan tersebut.

Komnas HAM Sidak RS Polri dan Temui Korban Kerusuhan Aksi 22 Mei
Korban Kerusuhan Aksi 22 Mei Dimakamkan di Karet Bivak. tirto.id/Hendra.

tirto.id - Selepas kerusuhan 21-22 Mei, sejumlah korban dari aksi kerusuhan pun masih terbaring di Rumah Sakit Bhayangkara, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Pada Senin (17/6/2019) pagi, tim dari Komnas HAM, yang dipimpin langsung oleh ketuanya, Ahmad Taufan Damanik melakukan sidak di rumah sakit Polri tersebut.

Korban yang pertama kali didatanginya, sekitar pukul 08.30 WIB, ialah Ahmad Akbar Nur Pamungkas. Akbar terbaring ditemani oleh ayahnya di ruang VIP rumah sakit tersebut.

Akbar belum mampu mengingat detail dari kejadian yang menimpanya pada 22 Mei lalu. "Waktu dibawa ke rumah sakit, gak sadar," ujarnya.

Akbar mengalami cedera pada bagian kepalanya. "Ada trauma ke kepala. Tapi dia gak bisa jelasin karena dia pingsan, jadi dia gak tau kejadiannya seperti apa," ungkap Taufan selepas berbincang dengan Akbar.

Namun, kata Taufan, keadaannya sudah membaik karena sudah dapat diajak berbicara, sehingga bisa ditanyakan sedikit-sedikit mengenai kronologi.

Selepas dari kunjungannya ke Akbar, Taufan mengunjungi Markus Ali. Markus merupakan salah satu korban yang diduga dipukuli oleh aparat dan videonya sempat tersebar di sosial media.

Saat ini, kondisi Markus sudah sadar dan dapat berinteraksi. Namun, masih dirawat di ICU, dan belum bisa ditanyakan sejumlah hal.

"Ada penyakit bawaannya. Jadi dia perlu untuk dirawat. Kalau cederanya, gak terlalu [parah], justru karena ada penyakit bawaan. Tapi dia belum bisa jelasin macam-macam," ujar Taufan.

"Pelan-pelanlah, nanti kayak Akbar misalnya. Dia kan udah tenang jadi bisa kita tanyain. Jadi dia belum bisa, cuma dia ingat hari itu mau buka puasa sama teman-temannya," tambahnya.

Hingga saat ini, kata Taufan, pihak keluarga Markus belum ditemui.

"Kita malah mau cari keluarganya. Keluarganya kan belum diketahui," ujar Taufan.

Selepas itu, Taufan pun menjenguk Halim. Taufan menyampaikan bahwa kondisinya sudah stabil dan bisa dipulangkan.

"Yang Halim mau pulang hari ini, sama Akbar juga sebentar lagi bisa pulang," ujarnya.

Kepala RS Polri Kramatjati Brigjen Pol Musyafak mengatakan bahwa saat ini memang tersisa tiga orang korban akibat konflik tersebut. "Tiga [yang masih dirawat]," ujarnya saat ditemui di RS Polri, pada Senin (17/6/2019).

Di sisi lain, Taufan pun mengungkapkan bahwa hingga saat ini ia belum mendapatkan data korban secara lengkap dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Taufan menyampaikan bahwa pihaknya sudah meminta ke Dinkes DKI, serta akan berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memintanya membuka data-data tersebut.

"Kita kan melakukan pencarian fakta, tim kita kan melakukan pencarian fakta. Mandat UU, masa harus dihalang-halangi untuk mendapatkan fakta. Sama kayak polisi, minta data kan wajib dikasih, sama kayak Komnas HAM ini wajib kasih," ujar Taufan.

"Gak usah bertele-tele ya," tegasnya.

Baca juga artikel terkait AKSI 22 MEI atau tulisan lainnya dari Fadiyah Alaidrus

tirto.id - Hukum
Reporter: Fadiyah Alaidrus
Penulis: Fadiyah Alaidrus
Editor: Maya Saputri