Komnas HAM Kritik Debat Cawapres Tak Serius Bahas Ketenagakerjaan

Oleh: Haris Prabowo - 18 Maret 2019
Dibaca Normal 1 menit
Menurut Komnas HAM, TKI di luar negeri saat ini kurang mendapat perlindungan, terutama yang menjadi pembantu rumah tangga.
tirto.id - Ketua Komnas HAM Taufik Damanik menyatakan, Cawapres 01 Maruf Amin dan Cawapres 02 Sandiaga Uno belum membahas isu ketenagakerjaan secara komprehensif dalam debat tadi malam, Minggu (17/3/2019). Menurut Taufik, debat yang dibahas oleh Sandiaga dan Maruf belum menyentuh problem-problem utama ketenagakerjaan.

"Sekarang orang ngomong industri 4.0, apa itu? Problem tenaga kerja kita rata-rata tamat SMP. Itu problem dasarnya, 4.0 itu penting, tapi hanya kelihatan canggih, namun tidak menjawab kebutuhan pokoknya bahwa kualitas tenaga kerja kita itu sangat rendah," kata Taufik saat konferensi pers di Komnas HAM, Senin (18/3/2019) siang.

Selain itu, Taufik menilai, tenaga kerja Indonesia yang berada di luar negeri juga minim perlindungan, terutama mereka yang bekerja di sektor domestik rumah tangga. Apalagi, kata Taufik, para TKI tersebut ditempatkan di negara-negara yang tidak menghormati HAM.

"Saudi Arabia misalnya, tidak ada dia merespek soal hak asasi manusia. Di Hongkong karena hak asasi dan demokrasi lebih baik, meskipun dia di rumah tangga hasilnya lebih baik, Singapura juga sekarang gitu, yang memberikan izin cuti Sabtu Minggu untuk tenaga kerja, sehingga PRT [pembantu rumah tangga] kita di sana mendapat cuti,” kata Taufik.


"Di Saudi enggak ada itu. Jam kerja enggak ada, akhirnya enggak bisa dilindungi, orang pihak luar, pemerintah kita, pemerintah Saudi tidak bisa mengakses itu," lanjut dia.

Dalam debat tadi malam, Cawapres Ma'ruf Amin sempat menjanjikan perlindungan tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Ia menyampaikan, nantinya Jokowi-Ma'ruf tak terlalu fokus pada penempatan pekerja di luar negeri.

"Kami akan melakukan perlindungan kepada tenaga kerja di luar negeri," ujar Ma'ruf menjawab pertanyaan panelis dalam Debat Cawapres 2019 yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Sebab, kata Maruf, undang-undang saat ini telah bergeser dari upaya penempatan pekerja kepada upaya perlindungan TKI.

"Jalbu al-mashalih wa daf’u al-mafasid adalah meraih kemaslahatan dan menolak kemafsadatan (kerusakan)," ujar Ma'ruf.

Debat Cawapres 2019 tadi malam mengusung tema "Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, serta Sosial dan Kebudayaan".


Baca juga artikel terkait DEBAT CAWAPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Haris Prabowo
(tirto.id - Politik)


Penulis: Haris Prabowo
Editor: Alexander Haryanto