Komisi VIII Minta Fasilitas Isoman Anggota DPR di Hotel Dibatalkan

Oleh: Alfian Putra Abdi - 28 Juli 2021
Menurut Yandri, anggota DPR tidak memerlukan fasilitas tersebut, sebab mampu mengurus diri sendiri. Terlebih, fasilitas itu menggunakan anggaran negara.
tirto.id - Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto menolak fasilitas isolasi mandiri yang disediakan oleh Sekretariat Jenderal DPR. Setiap anggota dan karyawan DPR yang terpapar Covid-19 dan bergejala ringan atau tanpa gejala akan ditempatkan di hotel bintang tiga.

"Kami usul supaya program hotel untuk isoman para anggota DPR itu dibatalkan," ujar politikus PAN tersebut kepada wartawan, Rabu (28/7/2021).

Menurut Yandri, anggota DPR tidak memerlukan fasilitas tersebut, sebab mampu mengurus diri sendiri. Terlebih lagi fasilitas tersebut menggunakan anggaran dari negara.

"Jika ada anggaran DPR yang dilakukan untuk refocusing penanganan Covid-19, itu sebaiknya dananya diperuntukkan untuk masyarakat atau rakyat, seperti pengadaan obat-obatan atau pengadaan sembako, atau untuk bantuan yang lain yang langsung kepada masyarakat," tukasnya.

Sebelumnya Sekjen DPR RI Indra Iskandar menyediakan Hotel Oasis Amir, Jakarta Pusat dan Hotel Ibis Grogol, Jakarta Barat; untuk anggota dan pegawai DPR namun tidak termasuk pihak keluarga.

Sumber pendanaan berasal dari revisi anggaran yang telah disahkan. Ia merujuk Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Nomor S-369/PB/2020 dan S-308/PB/2020.

"Banyak anggota DPR yang positif. Di rumah-rumah dinas tentu bermasalah bagi lingkungannya, karena rumah dinas DPR nempel-nempel. Harus dicarikan tempat alternatif," ujar Sekjen DPR RI Indra Iskandar kepada Tirto, Selasa (27/7/2021).






Baca juga artikel terkait FASILITAS ISOMAN ANGGOTA DPR atau tulisan menarik lainnya Alfian Putra Abdi
(tirto.id - Politik)

Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Restu Diantina Putri
DarkLight