Menuju konten utama

Kominfo: Pemanfaatan Satelit Internet Cepat Jangkau 140 Ribu Titik

Sebanyak 140 ribuan titik wilayah, dengan kualitas akses internet buruk saat ini, akan jadi prioritas jangkauan satelit HTS milik Kemkominfo.

Kominfo: Pemanfaatan Satelit Internet Cepat Jangkau 140 Ribu Titik
(Ilustrasi) Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara berpidato di hadapan peserta Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik tingkat nasional di Palembang, Sumatra Selatan, Rabu (22/11/2017). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi.

tirto.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara mengatakan satelit internet berkecepatan tinggi (high throughput satellite/HTS) milik kementeriannya akan menjangkau 140-an ribu titik prioritas. Titik-titik itu berada di sekolah, puskesmas, desa, polsek, perguruan tinggi, di kawasan yang selama ini tidak memiliki akses internet berkualitas baik.

"Kebanyakan di Timur, yang pasti tidak Pulau Jawa, prioritasnya, mungkin ada Jawa yang selatan, mayoritas di luar Jawa," kata Rudiantara di Jakarta, pada Jumat (8/12/2017) seperti dikutip Antara.

Saat ini, menurut dia, 140-an ribu lebih titik-titik tersebut sedang diverifikasi oleh kementerian Kominfo. "Sudah mulai dihitung sekarang sudah beberapa bulan, sekarang proses konfirmasi lagi agar lebih akurat," kata dia.

Rudiantara menjelaskan, akses internet cepat 140-an ribu titik itu bisa meningkatkan ekonomi di banyak daerah secara langsung. Sebab, program ini membutuhkan sekitar 140 ribu lebih antena untuk dapat menangkap sinyal HTS tersebut.

Dengan demikian, menurut dia, antena-antena itu nantinya dapat dibuat di wilayah luar Jawa sehingga mampu menggerakan perekonomian daerah.

"140 ribu itu skala ekonominya besar, saya inginkan tidak diproduksi di Cikarang, orang ini di daerah kenapa produksi di Jawa, harus didistribusi, kalau didistribusikan 140 ribu misalkan ada 3-4 lokasi kan satu lokasi 35 ribu, 35 ribu itu cukup untuk membuat industri di regional, jadi ekonomi di daerah lebih berkembang lah," kata dia.

Kementerian Kominfo sudah berencana menggelar tender untuk menetapkan badan usaha yang akan membangun, meluncurkan dan mengoperasikan satelit HTS itu pada tahun depan. Targetnya, proses tender rampung di akhir 2018.

Satelit itu diperkirakan baru akan diluncurkan pada akhir 2021 atau awal 2022 dengan tujuan mendorong layanan internet semakin merata dan menjangkau wilayah-wilayah yang belum mendapat akses memadai selama ini.

Untuk pembiayaan proyek HTS tersebut, menurut Rudiantara, nantinya akan memakai skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan menggunakan dana USO.

Baca juga artikel terkait SATELIT

tirto.id - Ekonomi
Sumber: antara
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Addi M Idhom