Komik DC "Second Coming" dengan Superhero Yesus Tuai Protes

Oleh: Anggit Setiani Dayana - 25 Januari 2019
Komik DC yang menggunakan karakter superhero Yesus menuai protes karena dianggap sebuah penghinaan.
tirto.id - Komik keluaran DC Comics, Second Coming menuai protes karena menampilkan karakter Yesus sebagai tokoh utama.

Dilansir Comic Book, penulis Mark Russel dan seniman Richard Pace yang mengerjakan komik tersebut mengisahkan Yesus yang kembali ke bumi bersanding dengan Sun Man, superhero yang dominan di bumi.

Sinopsis komik tersebut menggambarkan Yesus terkejut melihat apa yang terjadi dengan penyebaran injil (kisah tentang Yesus Juru Selamat Dunia, penyebaran agama Nasrani) selama dia tidak ada di bumi.

“Pahlawan super power Sun Man berbagi kamar dengan Yesus Kristus,” kata Russell saat diwawancarai Bleeding Cool.

“Tuhan Alam Semesta marah karena kedatangan Yesus yang pertama begitu singkat, dia ditangkap dan langsung disalibkan dengan cepat, sehingga dia tidak bisa melakukan apa-apa setelahnya.”

Ia melanjutkan, “Tuhan melihat pahlawan super di bumi ribuan tahun kemudian dan berkata [pada Yesus], ‘itu yang harus kamu lakukan!’ lalu dia mengirim Yesus ke bumi untuk belajar dari pahlawan super ini [Sun Man] dan mereka akhirnya justru belajar satu sama lain,”

Karakter yang memunculkan Yesus, yang dalam agama Kristen merupakan Tuhan dianggap sebuah penghinaan dan menimbulkan kontroversi.

Sebuah petisi yang dibuat oleh CitizenGo mengangkat isu ini sebagai penghinaan terhadap Yesus dan meminta DC untuk berhenti menerbitkannya.

Hingga saat ini, petisi yang dimulai Jumat (11/1/2019) tersebut sudah ditandatangani oleh 108,550 orang dengan target 200 ribu tanda tangan.

“Apakah DC juga akan membuat komik dengan mengangkat kisah serupa tentang pemimpin agama seperti Buddha atau Nabi Mohhamad?” demikian isi keterangan dalam petisi tersebut.

Konten dalam komik tersebut dianggap tidak mutu dan melalui petisi ini diharapkan DC Comics akan membatalkan rilis komik tersebut.

Baca juga artikel terkait DC COMICS atau tulisan menarik lainnya Anggit Setiani Dayana
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Yantina Debora