Komentar Mendikbud Soal Banyak Lulusan SMK yang Menganggur

Oleh: Damianus Andreas - 8 November 2018
Dibaca Normal 1 menit
Mendikbud Muhadjir menyatakan banyak lulusan SMK masih menganggur karena dampak program revitalisasi sekolah kejuruan baru bisa terlihat pada 3-4 tahun ke depan.
tirto.id - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memberikan tanggapan soal masih tingginya jumlah lulusan SMK yang menganggur.

Menurut dia, kondisi tersebut akibat dari sistem pendidikan SMK yang lama. Muhadjir mengklaim pemerintah saat ini telah berkomitmen untuk menjalankan program revitalisasi SMK yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas lulusan sekolah kejuruan.

Revitalisasi SMK merupakan program yang dijalankan sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016. Muhadjir berdalih kualitas lulusan SMK yang sudah tersentuh program revitalisasi baru bisa dilihat pada 3-4 tahun ke depan.

“Revitalisasi SMK ini kan baru [direalisasikan] akhir 2016 ketika saya jadi menteri. Jadi lulusan yang sekarang ini memang belum mendapatkan sentuhan revitalisasi,” kata Muhadjir di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta pada Kamis (8/11/2018).

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Senin (5/11/2018), jumlah angkatan kerja di Indonesia per Agustus 2018 ialah 133,94 juta. Sekitar 7 juta di antaranya merupakan pengangguran.

Data BPS mencatat pengangguran terbanyak masih dari kelompok lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dibanding tingkat pendidikan lainnya, pengangguran dari kelompok lulusan SMK pada Agustus 2018 tercatat sebesar 11,24 persen. Angka itu naik dari data yang dihimpun BPS pada Februari 2018 lalu, yakni 8,92 persen. Kendati demikian, secara year-on-year ada penurunan tipis, yaitu dari 11,41 persen menjadi 11,24 persen.


Muhadjir menambahkan terdapat sejumlah target yang hendak dicapai melalui program revitalisasi SMK. Salah satunya terkait dengan jumlah SMK di seluruh Indonesia yang diklaim mencapai 14 ribu. Dari jumlah itu, kata Muhadjir, yang tercatat sebagai sekolah negeri tak lebih dari 3.500 sekolah.

Dia menilai jumlah SMK sebanyak itu belum diimbangi pemenuhan fasilitas yang memadai. Muhadjir mengatakan bahkan masih banyak SMK berskala kecil yang menampung tak lebih dari 50 siswa.

“Kami berencana untuk melakukan revitalisasi terhadap hal tersebut. Sehingga SMK yang kecil-kecil ini bisa digabungkan sehingga lebih ‘berotot’ guna mengemban misi dari SMK,” ujar Muhadjir.

Selain itu, menurut Muhadjir, program revitalisasi bakal menyasar para pengajar di SMK. Berdasarkan temuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di lapangan, kata dia, jumlah guru yang mengajarkan keahlian khusus di SMK masih minim.

“Sewaktu saya baru menjadi menteri, jumlah guru yang mengajar tentang keahlian khusus itu hanya 37 persen. Bahkan ada SMK yang guru agamanya jauh lebih banyak ketimbang guru yang mengajarkan keahlian itu,” kata Muhadjir.


Baca juga artikel terkait PENGANGGURAN atau tulisan menarik lainnya Damianus Andreas
(tirto.id - Pendidikan)

Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Addi M Idhom
DarkLight