Komentar Laode Soal Teror Bom Molotov di Rumahnya

Oleh: Andrian Pratama Taher - 9 Januari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Laode mengaku mengetahui jumlah pelaku namun dia enggan mengomentarinya.
tirto.id -
Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief angkat bicara tentang aksi teror di kediamannya, Rabu (9/1/2019). Ia mengaku mengetahui pelaku penyerangan kediamannya via CCTV.
Saat ditemui di kediaman pribadinya, Laode mengaku mengetahui jumlah pelaku namun dia enggan mengomentarinya.

"Ya insyaallah (tahu pelakunya)," kata Laode saat ditemui di kediamannya daerah Kalibata, Jakarta, Rabu (9/1/2019).
Laode mengatakan, dirinya sedang di rumah saat kejadian, dan terjadi pukul 12.55 WIB bila mengacu dari CCTV. Ia baru sadar saat menemukan bom molotov jatuh berdiri sementara satu molotov terbakar. Laode mengaku tidak tahu alasan penyerangan ke kediamannya.
"Kita juga enggak tahu," kata Laode.
Laode mengaku, dirinya langsung melakukan koordinasi dengan kepolisian setelah insiden teror. Mereka membahas masalah keamanan penyidik dan pegawai KPK usai insiden penyerangan terhadap dirinya dan Agus.


Komisi Pemberantasan Korupsi kembali diteror, kali ini dua pimpinan KPK, yakni Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief mendapat ancaman dari orang tak dikenal. Sebuah tas mencurigakan ditemukan tergantung di pagar rumah Agus di daerah Bekasi, Jawa Barat sementara rumah Laode yang berada di Kalibata, Jakarta diteror dengan bom molotov pada Rabu (9/1/2019).

Pihak kepolisian membenarkan adanya pelemparan molotov di kediaman Laode. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, ada dua molotov yang dilempar sementara rumah Agus ditemukan tas mencurigakan.

“Jadi di kediaman pak Laode ada bom molotov, ada dua biji yang dilemparkan. Satu tidak nyala dan tidak pecah masih utuh, yang kedua pecah. Kemudian di kediaman Ketua KPK di Bekasi ada tas yang ditemukan tercantel di pagar,” ujar Argo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu.

Kepolisian pun menurunkan tim yang langsung dipimpin Kepala Densus 88, Tim Inafis dan puslabfor untuk melakukan penyelidikan dan mencari pelaku. Mereka juga sudah meminta keterangan beberapa saksi terkait penyerangan. ”Saat ini penyidik sedang bekerja, kita tunggu saja,” kata Argo.

Baca juga artikel terkait TEROR KPK atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Nur Hidayah Perwitasari