Menuju konten utama

Klaster COVID-19 di Pasar Terus Bertambah, Total 833 Positif Corona

Kasus positif COVID-19 di klaster pedagang pasar tradisional telah mencapai 833 kasus positif dan 35 pedagang diantaranya meninggal dunia.

Klaster COVID-19 di Pasar Terus Bertambah, Total 833 Positif Corona
Petugas medis Rumah Sakit Haji memberikan cairan pembersih tangan (( hand sanitizer) dan pelindung wajah (face shield) kepada pedagang saat melakukan sosialisasi penerapan normal baru di pasar tradisional Bengkok Aksara Baru Medan, Sumatera Utara, Kamis (2/7/2020). ANTARA FOTO/Septianda Perdana/nz

tirto.id - Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri menjelaskan per 27 Juni sampai 4 Juli 2020, ada 65 kasus baru pedagang pasar tradisional yang terinfeksi corona COVID-19. Dengan penambahan kasus baru ini, kasus positif COVID-19 di klaster pedagang pasar tradisional telah mencapai 833 kasus positif dan 35 pedagang diantaranya meninggal dunia.

"Sejak sepekan terakhir ada 65 kasus baru di pasar tradisional, sehingga total ada 833 kasus," kata Abdullah dalam keterangannya kepada Tirto, Minggu (5/7/2020).

Ia menjelaskan 65 kasus baru tersebar di 21 pasar tradisional yakni 12 di DKI Jakarta dengan total 25 kasus. Kemudian 3 pasar di Jawa Tengah dengan total 6 kasus. Kalimantan timur 2 pasar dengan 4 kasus. Jambi 1 kasus, Aceh 1 kasus, Bandung 1 kasus. Kemudian yang terakhir 1 pasar di Denpasar Bali dengan 27 kasus.

"Paling banyak terjadi di Pasar Padangsambian Denpasar Bali, kami temukan ada 27 orang pedagang positif," uangkapnya.

Ia mengatakan, hingga saat ini kasus positif tersebar pada 164 pasar di 24 provinsi dan 72 kab/kota di indonesia. Meski terdapat penambahan kasus baru dengan jumlah besar di Bali, jumlah kasus terbanyak masih ada di wilayah DKI, yaitu 217 kasus positif di 37 pasar.

IKAPPI melihat dari data 164 pasar dari total keseluruhan 14 ribu pasar di Indonesia, itu sangat kecil. Menurut Abdullah sudah lebih dari 500 pasar yang telah melakukan rapid test ataupun swab test.

Abdullah berharap tes masal ini lebih maksimal lagi dilakukan untuk memangkas mata rantai penyebaran dan juga lebih meningkatkan kedisiplinan pedagang juga pengunjung.

"Jika ekonomi masyarakat pedagang sehat maka ekonomi daerah juga akan terus bangkit," jelasnya.

Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan lainnya dari Selfie Miftahul Jannah

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Bayu Septianto