Klaim Dirut PLN soal Kendaraan Listrik: Lebih Hemat daripada BBM

Reporter: Dwi Aditya Putra, tirto.id - 28 Mar 2022 17:48 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Selain biaya isi daya lebih murah, menurut Dirut PLN penggunaan kendaraan listrik menghasilkan emisi yang lebih rendah sehingga ramah lingkungan.
tirto.id - Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo mengklaim kendaraan listrik lebih hemat dan ramah lingkungan, ketimbang kendaraan berbasis bahan bakar minyak (BBM).

Dalam hitungannya, jarak tempuh 10 kilometer hanya membutuhkan daya 1,5 kilowatt-hour (kWh) dengan harga Rp 2.200 per kWh. Sementara untuk jarak yang sama, kendaraan menggunakan BBM membutuhkan 1 liter BBM yang kini seharga Rp13.000.

"BBM 1 liter sekitar Rp13.000 saat ini, itu ekuivalen dengan 1,5 kWh listrik yang saat ini tarifnya Rp2.200 per kWh. Apalagi kalau menggunakan listrik home charging pada malam hari hanya sekitar Rp1.500 - Rp1.600 per kWh," ungkap Darmawan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Senin (28/3/2022).

Selain biaya isi daya lebih murah, penggunaan kendaraan listrik menghasilkan emisi yang lebih rendah. Untuk per 1 kWh menghasilkan 850 gram CO2. Artinya jika per 10 kilometer membutuhkan 1,5 kWh, maka emisi yang dihasilkan sebanyak 1,27 kilogram CO2.

Ini berbeda jika menggunakan kendaraan menggunakan bahan bakar. Untuk 1 liter BBM menghasilkan 2,6 kilogram CO2. Artinya per 10 kilometer emisi yang dihasilkan kendaraan berbasis BBM sebanyak 2,6 kilogram CO2

"Artinya ada pengurangan emisi sebesar 50 persen," imbuh Darmawan.

Dia melanjutkan, jika tidak dilakukan konversi secara bertahap dari kendaraan berbasis BBM ke kendaraan listrik, maka pada 2050 emisi yang dihasilkan mencapai 386,5 juta ton CO2.

Namun, dengan upaya peralihan ke energi bersih melalui sektor transportasi ini, maka penggunaan kendaraan listrik diyakini bisa dengan signifikan mendorong penurunan emisi karbon.

"Tapi dengan kendaraan listrik, ini akan berkurang drastis," pungkas Darmawan.


Baca juga artikel terkait KENDARAAN LISTRIK atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Bayu Septianto

DarkLight