Menuju konten utama

Kisruh Suporter Bola di Jogja, Sultan: Kenapa Selalu Kekerasan?

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyesalkan kenapa kekerasan terus berulang terkait kisruh suporter sepak bola di Jogja.

Kisruh Suporter Bola di Jogja, Sultan: Kenapa Selalu Kekerasan?
Gubernur D.I Yogyakarta, Sri Sultan HB X, membacakan Keputusan Presiden (Keppres) tentang Penegakan Kedaulatan Negara di Keraton Yogyakarta, Selasa (1/3/2022). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko.

tirto.id - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan kekerasan dan aksi keributan yang dialami suporter klub sepak bola Persis Solo yang baru saja menyaksikan pertandingan melawan Dewa United pada Senin (25/7/2022) di Magelang merupakan ujung permasalahan keributan dari media sosial. Sebab, dalam interaksi media sosial banyak kata-kata kasar yang dikeluarkan.

"Kita tidak perlu meluangkan kalimat-kalimat yang tidak pantas di media sosial karena menimbulkan hal yang tidak bermanfaat," kata Sri Sultan pada Selasa (26/7/2022).

Dirinya menjamin bahwa warga Jogja bisa menjaga etika dan sopan santun dalam berkomunikasi dengan masyarakat yang memiliki beragam latar belakang.

"Saya selalu mengingatkan jangan melakukan kekerasan. Kita perlu membangun peradaban yang santun, bisa menghargai orang lain. Tapi kenapa selalu kekerasan yang terjadi," jelasnya.

Sultan juga mempertanyakan mengapa para pelaku kerusuhan harus memilih jalur kekerasan dan menimbulkan korban dari kedua belah pihak baik dari suporter ataupun warga Jogja. Bahkan kerusakan dari fasilitas umum juga tidak bisa terhindarkan akibat kerusuhan.

"Mengapa tidak memilih kalimat yang bisa membangun rasa persaudaraan. Mengapa harus rasa kebencian yang selalu diutarakan, kan hanya akan menimbulkan persoalan fisik yang tidak menguntungkan semua pihak," terangnya.

"Apakah disebabkan karena berita di internet saya kan nggak tahu, jadi memangnya ada persoalan apa antara Yogya dan Solo? Kita tidak ada persoalan apa pun," tegasnya.

Sultan juga menyampaikan bahwa Jogja baru saja pulih dari kerusuhan yang ada di Babarsari, Sleman, yang sempat menyedot perhatian nasional.

"Kita baru diingatkan perkelahian yang lain (di Babarsari) kemarin, sekarang terjadi perkelahian yang lain juga. Kenapa yang selalu terjadi kekerasan fisik, alasannya apa?" ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto menjamin tidak ada korban jiwa yang meninggal akibat kejadian tersebut. Dirinya sudah mengecek semua rumah sakit yang ada di Jogja. Namun, hanya korban luka sebanyak 3 orang.

"Saya sendiri sudah mengecek ke beberapa rumah sakit dan dari humas rumah sakit yang saya cek menyatakan tidak ada korban atau tidak ada yang meninggal dunia karena peristiwa tadi siang," ujarnya.

"Mari sama-sama menjaga situasi supaya pertandingan bola dimana pun bisa dinikmati, bisa disaksikan dengan nyaman, jadi tidak perlu membuat keributan," terangnya.

Baca juga artikel terkait KEKERASAN SUPORTER atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Maya Saputri