Menuju konten utama
Ultah Megawati ke-72

Kisah Yusril Saat Jadi Anak Buah Megawati di Kabinet Gotong-Royong

Yusril mengatakan, Megawati telah berhasil memisahkan lembaga peradilan dari pemerintah.

Kisah Yusril Saat Jadi Anak Buah Megawati di Kabinet Gotong-Royong
Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berbicara dalam acara Bu Mega Bercerita di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (7/1/2019). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

tirto.id - Para menteri era kabinet Gotong-Royong melakukan reuni kecil saat perayaan hari ulang tahun Presiden Megawati Soekarnoputri yang ke-72 tahun, Rabu (23/1/2019).

Dalam kesempatan itu, hadir pula mantan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia era Megawati, Yusril Ihza Mahendra.

Menurut Yusril, putri Presiden Soekarno itu adalah sosok yang sering membimbing anak buahnya saat menjabat sebagai Presiden RI ke-5.

Yusril mengatakan, ia tergolong menteri termuda kala itu. Namun, berkat bimbingan Megawati, ia mampu menjalankan berbagai tugas-tugasnya sebagai menteri. Menurut dia, Ketua Umum PDIP itu juga selalu ada untuk memberikan arahan.

"Memberi banyak nasihat, banyak bimbingan pada saat itu. Tugas-tugas yang dibebankan beliau pada kabinet memang cukup berat," ucap Yusril di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Pada era Megawati, Yusril juga mengklaim ada banyak terobosan yang dilakukan. Di bidang hukum, Yusril mengatakan, Megawati telah berhasil memisahkan lembaga peradilan dari pemerintah.

"Alhamdulilah dengan bimbingan dan kesabaran luar biasa dari Bu Megawati yang tidak henti-hentinya memberikan arahan," ucapnya lagi.

"MK kita tidak punya kita punya MK. PPATK kita punya PPATK, TNI-Polri bisa kita pisahkan," ujar Yusril kala menceritakan masa kepemimpinan Megawati.

Sementara itu, Megawati mengaku memanggil Yusril dengan sebutan “dik” kala itu. Dia mengaku senang dengan kinerja Yusril karena mampu memisahkan antara urusan negara dan urusan kepartaian.

Masih dalam kesempatan yang sama, Megawati juga mendapat hadiah berupa buku tentang dirinya berjudul “The Brave Lady”. Buku itu memuat kesaksian para anggota Kabinet Gotong-Royong yang dulu dipimpin Megawati. Ketika memberikan sambutan, Megawati menceritakan kembali pengalamannya saat menjadi Wakil Presiden dan Presiden Republik Indonesia.

Meski dalam pertemuan itu dihadiri banyak tokoh, namun yang paling disoroti Megawati adalah mantan Mensesneg Bambang Kesowo.

"[Waktu pertama berbincang] kakinya diangkat ke sini," kata Megawati menyilangkan kakinya meniru gestur Bambang. "Gue bilang tengil banget deh ni orang. Makanya saya bilang sayang enggak ada dia," tambahnya.

Megawati menegaskan bahwa hubungannya dengan Bambang sangat dekat, baik urusan pekerjaan maupun pribadi. Megawati mengaku mereka bisa membedakan kedua urusan tersebut. Saat itu Bambang hanya diminta menjadi sekretaris.

"Kalau saya panggil mas, itu berarti urusan pribadi, kalau misal saya panggil ses berarti urusan Republik," tegas Megawati kepada Bambang kala itu

Dalam acara ulang tahun Megawati ini, hadir pula Wapres RI Hamzah Haz, mantan Menteri Koordinator Ekonomi dan Keuangan Kwik Kian Gie, mantan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, hingga mantan Menteri Keuangan Boediono.

Baca juga artikel terkait ULANG TAHUN MEGAWATI atau tulisan lainnya dari Felix Nathaniel

tirto.id - Politik
Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Alexander Haryanto