14 Juli 1881

Kisah Billy the Kid, Koboi Legendaris yang Tewas di Tangan Sherif

Kontributor: Tyson Tirta, tirto.id - 14 Jul 2022 00:00 WIB
Dibaca Normal 4 menit
Seorang anak yatim piatu beranjak menjadi kriminal dan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan.
tirto.id - Seorang anak kecil datang sendirian ke rumah kos-kosan milik Sarah Brown di Silver City, New Mexico, Amerika Serikat. Seperti banyak anak-anak di New Mexico pada pertengahan abad ke-19, bocah itu fasih berbahasa Spanyol. Padahal, ia keturunan imigran Irlandia yang lahir di New York. Bersama adik dan ibunya, ia dibawa oleh ayah angkatnya untuk tinggal di kota tersebut.

Tak tega melihat bocah kelaparan dan terlantar, Sarah memberikan satu kamar untuknya. Rupanya, anak itu baru saja menjadi yatim piatu. Ibunya meninggal dan ayah angkatnya meninggalkannya. Anak kecil yang belum genap berusia 15 tahun itu bernama Henry McCarty. Kelak, Henry dikenal sebagai Billy the Kid, seorang kriminal kelas kakap yang melegenda.

Henry kecil mulai belajar mencuri makanan. Setelah itu, mencuri barang-barang lain. Pada 16 September 1875, ia dicatat oleh pihak berwajib sebagai pencuri. Inilah catatan kriminal pertama Billy the Kid. Kala itu, ia bersekongkol dengan seorang preman lokal bernama Sombrero Jack. Mereka sepakat merampok sebuah gerai cuci baju dan berhasil menggondol pakaian serta senjata api. Terdapat versi cerita lain yang menyebutkan bahwa Henry sebetulnya dijebak oleh Jack. Ia hanya dimanfaatkan untuk membantu menyimpan barang curian.

Sarah Brown yang mencurigai gerak-gerik Henry mendapati barang curian itu sedang disembunyikan di kamarnya. Henry pun dilaporkan kepada Sheriff setempat. Menyadari tindakannya terbongkar, Jack berhasil meloloskan diri dengan kabur ke luar kota.

Tak butuh waktu lama bagi Henry untuk bebas. Dua hari setelah dipenjara, ia minta izin kepada petugas untuk membebaskannya keluar sel tahanan. Petugas yang merasa iba melihat bocah lugu itu membiarkannya berkeliaran di dalam penjara. Maklum, pintu utama yang terkunci selama 24 jam penuh dianggapnya aman dan membuat para tahanan tidak mungkin keluar.

Anggapan itu rupanya keliru. Henry cukup cerdik untuk memanjat cerobong asap dan lari keluar gedung penjara. Keesokan harinya, nama Henry terpampang di harian Silver City Herald sebagai buronan. Di tengah pelariannya, Henry memutuskan untuk mendatangi ayah angkatnya di Arizona. Ia menceritakan soal perampokan dan bagaimana dirinya menjadi buronan. William Antrim, ayah angkatnya, marah dan mengusirnya.

Kecewa dengan perlakuan ayah angkatnya, Henry mencuri pistol dan beberapa pakaian. Setelah kejadian itu, ia tak pernah lagi bertemu William hingga kematiannya.


Ugal-ugalan Bersama The Boys dan The Regulators

Henry kemudian melanjutkan perjalanannya ke Arizona bagian selatan. Ia diterima oleh Henry Hooker, juragan peternakan yang memberinya pekerjaan. Di sanalah Henry McCarty mulai dikenal sebagai "the kid" dan mulai menyandang nama Billy. Tubuhnya yang kecil dan wajahnya yang pucat membuatnya sering menjadi bahan olok-olok di antara teman-temannya.

Di masa itulah Billy berkenalan dengan John R. Mackie, penjahat kelahiran Skotlandia yang pernah jadi prajurit kavaleri AS. Mackie kerap duduk santai di dekat pos Angkatan Darat AS di Camp Grant, Arizona. Di tempat itu ide kriminalnya muncul. Bersama Billy, ia kerap mencuri kuda milik tentara.

Pada tahun 1877, Billy yang sedang duduk santai diganggu oleh Frank Cahill yang bertubuh jauh lebih besar. Perkelahian terjadi, Billy yang terdesak terpaksa menembaknya hingga tewas. Ia pun menjadi buronan lagi dan memutuskan untuk kembali ke New Mexico. Di tengah perjalanan, kuda tunggangannya direbut oleh suku Apache. Billy terpaksa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Di New Mexico ia bergabung dengan gerombolan kriminal The Boys yang dipimpin Jesse Evans. Gerombolan ini bekerja untuk sebuah rumah dagang yang dikenal dengan sebutan The House. Mereka menjual berbagai kebutuhan termasuk alat rumah tangga hingga lahan garapan. The House kala itu merupakan satu dari sedikit bisnis yang besar dan berpengaruh di New Mexico.

Meski awalnya Billy setia bersama kelompok The Boys, tapi mereka rupanya tidak rukun. Beberapa perselisihan terjadi. Puncaknya ketika Billy harus mendekam di penjara lagi akibat kedapatan mencuri kuda. Kali ini ia mencuri dari John Henry Tunstall, pengusaha kaya asal Inggris yang ingin membuka bisnis di New Mexico. Tunstall tidak marah, ia justru mengunjungi Billy di sel penjara. Setelah berbicara agak lama, Tunstall yang melihat potensi besar Billy muda menawarkannya pekerjaan sebagai koboi.

Hari-hari berikutnya menjadi hari-hari paling bahagia dalam hidup Billy. Ia diterima dengan baik oleh Tunstall dan rekan-rekan kerjanya dalam membantu pengembangan bisnis baru itu. Tapi lagi-lagi, kejadian buruk menimpa Billy. Ketika ia sedang mengawal Tunstall bepergian, kelompok The Boys yang kini bermusuhan dengan Billy, merampok mereka. Tunstall terkena tembakan dan meninggal di tempat.

Billy meradang. Ia bersumpah untuk menuntut balas. Untuk itulah ia bersama temannya, Dick Brewer memutuskan untuk mendatangi John B. Wilson, hakim urusan perdamaian wilayah di Lincoln County. Setelah mendengar cerita Billy, Wilson mengeluarkan surat perintah penangkapan. Sayangnya, surat itu tak cukup untuk menangkap pembunuh Tunstall. Kelompok The Boys rupanya menyuap Brady, sheriff yang ditugaskan berjaga.

Frustasi karena sheriff lokal berpihak pada lawannya, Billy dan Dick minta izin pada John Wilson untuk bergabung dengan Lincoln County Regulators, atau biasa disebut The Regulators. Bersama kelompok barunya Billy membunuh satu persatu orang-orang yang dianggapnya menyembunyikan atau bersekongkol dengan pembunuh Tunstall, termasuk Sherif Brady.

Kekejaman The Regulators akhirnya terdengar pemerintah pusat di Washington. Mereka menunjuk Lew Wallace sebagai gubernur baru yang langsung memeriksa ulang status legalitas kelompok The Regulators. Status mereka langsung diubah menjadi kelompok kriminal dan Billy menjadi tersangka pembunuhan Sherif Brady.


Infografik Mozaik Billy the Kid
Infografik Mozaik Billy the Kid. tirto.id/Tino

Tewas di Tangan Sherif

Wallace tak segan mengerahkan kekuatan senjatanya untuk menertibkan kelompok kriminal. Konflik bersenjata pun dimulai dan menjadi konflik bersenjata terbesar yang pernah terjadi di Lincoln County.

Pada 15 hingga 19 Juli 1878, konflik mencapai puncaknya. Ketika semakin terkepung dan kewalahan menghadapi kekuatan lawan, Billy menyelinap lewat pintu belakang dan melarikan diri. Bersama teman-temannya ia mencuri beberapa kuda dan pergi ke Fort Sumner, pangkalan militer yang sudah tidak terpakai. Ketika gerombolan Billy datang, wilayah itu telah dihuni oleh imigran Mexico sehingga menjadi tempat ideal baginya untuk bersembunyi.

Beberapa waktu kemudian, Wallace mengumumkan dikeluarkannya amnesti untuk The Regulators dan berencana meringankan hukuman jika mereka menyerahkan diri. Mendengar hal itu, banyak anggota The Regulators memutuskan untuk keluar dan kembali menjalani hidup normal. Beberapa dari mereka juga memutuskan untuk pergi ke luar kota agar terhindar dari kegiatan kriminal lainnya. Namun kala itu Billy masih berstatus buronan yang harus ditangkap atas pembunuhan Sheriff Brady sehingga tidak ada amnesti untuk dirinya.

Sementara di Lincoln County, Wallace mengangkat Pat Garrett sebagai Sherif melalui pemilihan demokratis. Tugas pertamanya adalah mengembalikan keadaan damai dan menegakkan hukum yang berlaku. Selain itu, Wallace juga menyebarkan poster pengumuman hadiah bagi siapa saja yang berhasil menangkap Billy.

“Ketika Billy masih dalam pelarian, gubernur mengeluarkan pengumuman hadiah sebesar 500 dollar bagi siapa saja yang berhasil membawa kepalanya,” tulis Robert Utley dalam buku Billy the Kid: A Short and Violent Life (1989:188)

Pat Garrett memburu Billy hingga berbulan-bulan. Pada pertengahan Juli 1881, ia mendengar kabar soal keberadaan Billy di rumah Pete Maxwell, kawan lama Garrett di Fort Sumner. Garrett kemudian berangkat bersama dua orang deputinya. Pada 14 Juli di kamar tidur Maxwell, Garrett menanyakan apa saja yang ia tahu soal Billy the Kid. Sekitar tengah malam, penerangan sangat terbatas. Tiba-tiba seorang laki-laki muda membuka pintu kamar dan bertanya pada Maxwell, "siapa dia?"

Garrett menyadari itu adalah Billy. Ia menembakkan pistolnya dua kali. Laki-laki muda itu langsung tewas. Lima hari kemudian, Garrett berangkat ke Santa Fe, New Mexico, untuk mengambil uang hadiah atas keberhasilannya membunuh Billy the Kid. Sebuah rumor beredar bahwa jenazah itu sebenarnya bukan Billy the Kid. Selama 50 tahun setelah kejadian tersebut, banyak orang mengaku sebagai Billy yang berhasil lolos dan hidup bebas.

Baca juga artikel terkait AKSI KOBOI atau tulisan menarik lainnya Tyson Tirta
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Tyson Tirta
Penulis: Tyson Tirta
Editor: Irfan Teguh Pribadi

DarkLight