Kiat Alibaba Agar Miliaran Paket Single Day Jadi Ramah Lingkungan

Oleh: Ringkang Gumiwang - 11 November 2019
Dibaca Normal 1 menit
Alibaba akan membangun 40.000 stasiun di Cainiao dan 35.000 stasiun tambahan sebagai pusat daur ulang bagi konsumen untuk mengirim bekas kotak kardus.
tirto.id - Perusahaan afiliasi Alibaba di bidang logistik, Cainiao melakukan proses pengiriman barang yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan seiring dengan gelaran Global Shopping Festival 11.11 atau Hari Jomblo di Cina.

Chris Tung, Chief Marketing Officer Alibaba Group mengatakan, pengiriman paket tahun ini diperkirakan akan mencapai lebih besar dari realisasi tahun lalu sekitar 1 miliar paket. Untuk itu, proses pengiriman paket menjadi perhatian utama perusahaan.

"Tentu saja, [isu lingkungan] jadi perhatian kami. Tahun lalu saja, kami memproses lebih dari 1 miliar pesanan, dan kali ini tentu lebih besar lagi," kata Chris seperti dilaporkan reporter Tirto dari kantor pusat Alibaba di Hangzhou, Cina, Senin (11/11/2019).

Sedikitnya ada tiga hal yang akan dilakukan Alibaba untuk mencapai hal itu. Di antaranya seperti program daur ulang.

Alibaba akan membangun 40.000 stasiun di Cainiao dan 35.000 stasiun tambahan sebagai pusat daur ulang bagi konsumen untuk mengirim bekas kotak kardus.


Kemudian, Cainiao dan para mitranya akan menjadikan 20 November sebagai hari daur ulang kemasan kardus.

Mereka akan bekerja untuk mengubah 75.000 lokasi menjadi stasiun daur ulang permanen, dan bekerja sama dengan perusahaan kurir ekspres untuk mengambil kotak kardus bekas dan pembungkus barang.

Selain itu, Alibaba Group juga akan menggelar program trade-in atau tukar barang di Tmall, platform e-commerce Alibaba, yang memungkinkan konsumen menggantikan produk elektronik dan digital dari 250 brand dengan produk-produk baru.

Untuk diketahui, Alibaba pada Hari Jomblo atau Single Day kali ini menawarkan 1 juta produk baru dengan target 500 juta konsumen.

Adapun, festival ini dihadiri lebih dari 200.000 merchant, sebanyak 22.000 merchant berasal dari 78 negara, termasuk Indonesia.

Festival tahunan ini dimulai pada 2009. Kala itu, total pendapatan kotor atau Gross Merchandise Value (GMV) mencapai 7,8 juta dolar AS.

Tahun lalu, pendapatan kotor sudah melonjak menjadi 30,8 juta dolar AS, dan tahun ini diproyeksikan akan memecahkan rekor sepanjang sejarah.


Baca juga artikel terkait ALIBABA atau tulisan menarik lainnya Ringkang Gumiwang
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Ringkang Gumiwang
Penulis: Ringkang Gumiwang
Editor: Zakki Amali
DarkLight