Menuju konten utama

Khasiat Buah Naga: Tinggi Kandungan Serat hingga Antioksidan

Buah naga juga mengandung makro dan mikronutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.

Khasiat Buah Naga: Tinggi Kandungan Serat hingga Antioksidan
Buah naga, ANTARA FOTO/Saiful Bahri/pd/16

tirto.id - Buah naga merupakan salah satu buah tropis yang popular selain nanas, mangga, atau durian.

Buah ini memiliki kulit berwarna merah dengan bentuk yang unik. Buah naga memiliki rasa yang tidak terlalu manis, sedikit berair, dengan banyak biji berukuran kecil yang juga bisa dimakan. Daging buahnya ada yang berwarna merah, ataupun putih.

Tidak hanya menyegarkan, buah naga juga terbukti memiliki khasiat bagi kesehatan. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Media Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan bahwa buah naga mengandung senyawa fitokimia efektif sebagai agen antibakteri dan antioksidan alami.

Mengutip Medical News Today, buah naga juga mengandung makro dan mikronutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.

Pada potongan buah naga dengan berat 100 gram, terdapat 264 kandungan kalori, 3,57 gram protein, 82,14 gram karbohidrat, dan 1,8 serat.

Selain itu, terdapat 82,14 gram total gula, 107 miligram kalsium, 39 miligram sodium, dan 6,4 miligram vitamin C.

Melansir Healthline, salah satu khasiat buah naga yang bisa Anda dapat jika mengonsumsinya adalah asupan antioksidan.

Buah naga memiliki kandungan antioksidan dengan tiga kelompok antioksidan utama yaitu:

- Betalains, yang melindungi kolesterol jahat LDL dari teroksidasi atau kerusakan

- Hydroxyicinnamates, yang menunjukkan aktivitas anti kanker dalam studi tabung dan hewan

- Flavonoid yang terkait dengan kesehatan otak dan pengurangan risiko penyakit jantung

Sebuah studi lain membandingkan sifat antioksidan dari 17 buah naga dan buah tropis, hasilnya kapasitas antioksidan buah naga yang tidak terlalu tinggi baik untuk melindungi asam lemak tertentu dari kerusakan radikal bebas.

Sementara itu, kandungan serat dan antioksidan dalam buah naga terbukti membawa pengaruh baik bagi kesehatan.

Kedua varietas buah naga merah dan putih juga telah terbukti mengurangi resistensi insulin pada tikus yang gemuk.

Dalam penelitian yang lain, tikus yang diet tinggi lemak yang menerima ekstrak buah mengalami pengurangan lemak hati, resistensi insulin, dan peradangan, sebagian disebabkan oleh perubahan menguntungkan pada bakteri usus.

Hal ini menjadi bukti bahwa buah naga juga mendukung serat prebiotik yang memicu pertumbuhan bakteri baik di usus dan berpotensi meningkatkan metabolisme.

Penelitian lain juga dilakukan pada tikus diet tinggi lemak dan karbohidrat tinggi, kelompok yang menerima jus buah naga memiliki respons gula darah yang lebih baik dan pengurangan pada beberapa penanda enzim hati.

Sementara itu, penanda enzim hati yang lain meningkat secara signifikan.

Studi yang lain menunjukkan tikus dengan diabetes lalu diobati dengan ekstrak buah naga mengalami pengurangan hingga 35 persen malondialdehyde, penanda kerusakan akibat radikal bebas.

Tikus-tikus tersebut juga memiliki lebih sedikit kekakuan arteri dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Namun, penelitian efek buah naga bagi manusia harus lebih banyak diulas untuk mengonfirmasi efek menguntungkan tersebut terlebih pada penderita diabetes tipe dua.

Baca juga artikel terkait BUAH NAGA atau tulisan lainnya dari Dinda Silviana Dewi

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Nur Hidayah Perwitasari