Ketua Umum PSSI, 'Ring Tinju' Baru Cak Imin-Mahfud MD

Oleh: Felix Nathaniel - 27 Januari 2019
Dibaca Normal 2 menit
Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar punya relasi yang tak bisa dibilang baik. Mungkin ini akan semakin panjang karena rebutan kursi Ketua Umum PSSI.
tirto.id - Ada dua politikus yang tampaknya mengincar posisi Ketua Umum PSSI setelah ditinggal Edy Rahmayadi: Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar. Sementara belum ada ketum definitif, posisi ini diduduki Joko Driyono selaku pelaksana tugas (plt).

Mahfud tiba-tiba mencuitkan dukungan terhadap perbaikan PSSI. Cuitan itu dia sampaikan sembari mengunggah foto bersama mantan Sekretaris BUMN Said Didu dan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Erick Thohir.

“Bersama @erickthohir siap mendukung perbaikan PSSI,” tulis akun @mohmahfudmd hari Rabu (23/1/2019).

“Bersama @saiddidud siap mendukung perbaikan PSSI,” cuit akun yang sama sebelumnya.

Memang, Mahfud tak tegas mengatakan dia mendukung seseorang atau sedang mencari dukungan untuk menjadi Ketum PSSI. Namun cuitan ini disampaikan ketika Ketua PKB Muhaimin Iskandar secara terbuka menyatakan keinginan maju.

Satu hari sebelum cuitan Mahfud, Muhaimin—yang akrab disapa cak Imin—mengunggah foto beserta keterangan yang menyatakan kesiapannya menjadi Ketum PSSI.

“Saya siap memimpin PSSI, biar beres, biar berprestasi, masuk gelanggang dunia,” cuit akun @cakimiNow.

Dari dua tokoh, ini sebetulnya yang lebih dekat dengan dunia sepakbola adalah Muhaimin. Dia setidaknya menerbitkan buku berjudul Spiritualitas Sepak Bola: Perspektif Sosial-Politik Piala Dunia 2006. Muhaimin juga menginsiasi Liga Santri Nusantara (LSN) serta Liga Pekerja Indonesia (LPI).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin mengatakan bahwa ada kemungkinan Mahfud memang hanya menggunakan kesempatan ini untuk menghadang laju Muhaimin. Semacam pertarungan babak tambahan, katanya.

“Itu hal yang lumrah dan biasa dilakukan ketika kemarin Mahfud dan cak Imin berselisih,” kata Ujang kepada reporter Tirto, Jumat (25/1/2018) lalu.


Relasi Mahfud dan Muhaimin memang tak bisa dibilang baik. Ujang mengatakan ini bermula karena Mahfud berada di jaringan Gusdurian. Mahfud merupakan tokoh yang sangat menghormati Gus Dur. Sementara Muhaimin adalah sosok yang awalnya menentang Gus Dur dalam konflik internal PKB.

Inilah yang membuat Mahfud, menurut Ujang, tak suka dengan Muhaimin.

Konflik ini terus memanjang bahkan saat pencarian calon wakil presiden untuk Joko Widodo. Nama Mahfud awalnya santer diusulkan jadi pendamping Jokowi. Tapi kemudian gagal dan Jokowi lebih memilih Ma’ruf Amin.

“Kenapa Mahfud MD tidak jadi cawapres Jokowi, ya memang karena salah satunya manuver Cak Imin,” ucap Ujang. “Memang hubungan mereka belum begitu baik.”

Serius, Tidak?


Joko Driyono akan memimpin PSSI setidaknya hingga tahun depan, sampai PSSI menyelenggarakan kongres berikutnya. Dengan demikian masih terbuka peluang munculnya nama-nama lain yang saat ini belum masuk radar.

Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali merasa nama-nama yang kini beredar, termasuk Muhaimin dan Mahfud, tak terlihat serius sama sekali. Akmal belum melihat visi-misi atau program mereka demi memajukan sepakbola Indonesia.

“Ini demi sepak bola atau musim politik? Hanya untuk menaikan popularitas? Ini yang perlu segera didalami,” kata Akmal kepada reporter Tirto.


Infografik CI Cak Imin vs Mahfud MD di PSSI
Infografik CI Cak Imin vs Mahfud MD di PSSI


Oleh sebab itu, Akmal menegaskan SOS tidak menyatakan dukungan kepada siapa pun. Selain belum ada keseriusan, Akmal sangat ingin mengetahui visi-misi mereka untuk sepakbola daripada yang bersangkutan hanya beretorika.

“SOS belum tahu apa visi-misi mereka dan rencana-rencana yang akan mereka lakukan,” tegasnya lagi.

Mengenai serius atau tidak, Wakil Sekretaris PKB Daniel Johan mengatakan Muhaimin tak perlu diragukan lagi.

“Modalnya niat dan nekad, juga ingin PSSI maju dan masuk kancah dunia,” kata Daniel kepada reporter Tirto. “Cak Imin sejak kecil memang sangat suka bermain bola kok. Cak Imin pernah terbitkan buku tentang bola.”

Mengenai dugaan penjegalan Mahfud, bagi Daniel itu terlalu spekulatif. Dia merasa tak ada niatan Mahfud untuk menjegal Muhaimin. Daniel tak mempermasalahkan apabila memang Mahfud tak ingin Muhaimin menjadi Ketum PSSI.

“Tidak [masalah] sama sekali,” ucap Daniel lagi. “Enggak masalah pak Mahfud mau dukung siapa, kami hargai,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait KETUA UMUM PSSI atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - Politik)

Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Rio Apinino
DarkLight