Menuju konten utama

Ketua MPR Bamsoet: Tumpas Habis KKB di Papua, HAM Urusan Nanti

Bamsoet minta aparat tidak ragu dan segera turunkan kekuatan penuh menumpas KKB di Papua. Urusan HAM dibicarakan kemudian.

Ketua MPR Bamsoet: Tumpas Habis KKB di Papua, HAM Urusan Nanti
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kiri) memberikan paparan disaksikan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (kanan) dalam diskusi empat pilar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/12/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

tirto.id - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta aparat TNI, Polri, dan Badan Intelijen Negara (BIN) mengeluarkan kekuatan penuh yang dimiliki untuk menindak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Pria yang akrab disapa Bamsoet ini sebut tak boleh ada lagi toleransi terhadap KKB untuk melakukan aksi kejahatan yang meresahkan masyarakat serta mengakibatkan korban jiwa.

Hal tersebut merespons meninggalnya Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua Putu I Gusti Putu Danny Nugraha, akibat ditembak diduga oleh KKB di Beoga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua. Ia tewas saat kontak senjata dengan KKB akibat terkena tembakan dibagian kepala.

“Saya meminta pemerintah dan aparat keamanan tidak ragu dan segera turunkan kekuatan penuh menumpas KKB di Papua yang kembali merenggut nyawa. Tumpas habis dulu. Urusan HAM kita bicarakan kemudian," kata Bamsoet dalam keterangan tertulis, Senin (26/4/2021).

Bamsoet menambahkan, "Kalau perlu turunkan kekuatan empat matra terbaik yang kita miliki selain Brimob Polri. Gultor Kopassus, Raiders, Bravo dan Denjaka. Kasih waktu satu bulan untuk menumpas mereka."

Bamsoet menilai tindakan KKB di Kabupaten Puncak Papua dalam beberapa waktu belakangan sangat meresahkan. Ia mengatakan pada 8 April 2021 lalu, KKB di Kabupaten Puncak telah menembak mati seorang guru bernama Oktavianus Rayo. Bamsoet juga menuding KKB juga membakar tiga sekolah di Kabupaten Puncak.

Bamsoet mangatakan pada 9 April 2021, seorang guru SMP bernama Yonathan Randen juga ditembak mati KKB di Kabupaten Puncak. Disusul tewasnya seorang pengemudi ojek bernama Udin akibat ditembak di area Pasar Ilaga Kabupaten Puncak oleh KKB pada 14 April 2021. Sementara pada 15 April KKB menembak mati seorang pelajar SMA di Kabupaten Puncak bernama Ali Mom.

"Aparat TNI, Polri serta intelijen harus terus melakukan pengejaran dan menindak tegas terhadap KKB tersebut tanpa ragu dengan kekuatan penuh yang kita miliki. Kita tidak boleh membiarkan kelompok separatis terus melakukan tindakan yang mengakibatkan korban jiwa," kata dia.

Bamsoet juga meminta TNI, Polri serta BIN untuk memperkuat dan meningkatkan pengamanan di wilayah konflik di Papua. Selain, mengkaji secara tepat langkah efektif dalam menumpas KKB di Papua.

"Korban yang terus berjatuhan akibat konflik yang tidak berkesudahan ini harus segera diselesaikan. Salah satunya dengan langkah tegas TNI, Polri dan BIN untuk meningkatkan keamanan dan kewaspadaan di wilayah konflik. Polri dan TNI bisa menggencarkan patroli gabungan di seputaran wilayah Papua, khususnya di objek vital maupun lingkungan penduduk untuk memberikan rasa aman sekaligus mempersempit ruang gerak KKB," kata Bamsoet.

Baca juga artikel terkait KKB PAPUA atau tulisan lainnya dari Haris Prabowo

tirto.id - Hukum
Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Abdul Aziz