Sholat Jum'at dalam Islam

Ketentuan Sholat Jum'at: Syarat Wajib dan Waktu Pengerjaannya

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif - 25 Mei 2022 17:43 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Berikut ini ketentuan sholat Jum'at dalam Islam, mulai dari syarat wajib dan waktu pengerjaan idealnya.
tirto.id - Sholat Jum'at merupakan salat wajib yang mesti dikerjakan setiap lelaki muslim. Sebagaimana ibadah-ibadah lainnya, seorang muslim bersangkutan harus memenuhi sejumlah syarat-syarat wajib tertentu. Jika syarat wajib itu belum terpenuhi, ia diizinkan meninggalkan sholat Jum'at.

Terdapat 6 syarat wajib yang harus dipenuhi seseorang, mulai dari harus beragama Islam (non-muslim tidak wajib mendirikan salat Jum'at), merdeka, hingga dalam keadaan mukim (bukan musafir). Selain itu, pengerjaan salat Jum'at juga mesti dilakukan di waktu yang tepat agar diterima Allah SWT.

Kewajiban menjalankan salat Jumat dijelaskan Allah SWT melalui firmannya dalam Surah Al-Jumu'ah ayat 9 sebagai berikut:

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jum‘at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui,” (QS Al Jumu'ah [62]:9).

Tidak hanya itu, orang yang meninggalkan salat Jum'at diancam tertutup hatinya dari hidayah Allah SWT.

Hal itu tergambar dalam hadis yang diriwayatkan Imam Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa meninggalkan salat jum’at tiga kali tanpa udzur dan tanpa sebab (yang syar’i) maka Allah akan mengunci mata hatinya,” (H.R. Malik).


Syarat Wajib Sholat Jum'at dalam Islam


Salat Jum'at memiliki syarat-syarat wajib yang harus terpenuhi, barulah ibadah ini menjadi wajib bagi orang bersangkutan.

Dikutip dari buku Fikih (2014: 83) yang diterbitkan Kementerian Agama, beberapa syarat wajib salat Jumat terdiri atas 6 perkara sebagai berikut:

1. Orang Islam

Orang yang melaksanakan salat Jumat haruslah orang Islam. Orang non-muslim tidak wajib menjalankan salat Jum'at.

2. Laki-laki

Salat Jum'at hanya wajib bagi laki-laki, sementara perempuan tidak diharuskan mendirikan salat Jum'at.

Meskipun demikian, apabila perempuan mengerjakan salat Jum'at, ibadahnya tetap dianggap sah dan tidak ada kewajiban menggantinya dengan salat Zuhur.

Tidak wajibnya salat Jum'at bagi perempuan tergambar dalam hadis riwayat Thariq bin Syihab bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Salat Jum'at itu adalah kewajiban bagi setiap laki-laki secara berjemaah, kecuali (tidak diwajibkan) atas 4 orang: [1] budak, [2] wanita, [3] anak kecil, dan [4] orang sakit,” (H.R. Abu Daud).

3. Balig

Seorang lelaki yang berkewajiban untuk mendirikan salat Jumat ialah yang telah baligh, mencapai usia 15 tahun atau pernah mengalami ihtilam (mimpi basah).

4. Berakal sehat

Berakal sehat menjadi salat satu syarat wajib dalam pelaksanaan salat Jumat. Orang gila, epilepsi atau yang sejenisnya tidak berkewajiban menjalankan ibadah ini.

5. Merdeka

Perkara nomor lima sepertinya sudah tidak relevan dengan zaman ini, sebab perbudakan sudah dihapuskan di seluruh negara di dunia.

6. Bermukim di daerah tempat tinggal

Salat Jum'at wajib bagi orang yang bermukim atau berdomisili di suatu tempat dalam waktu cukup lama.

Dilansir dari “Tata Cara Shalat Jumat: Niat, Waktu, Syarat dan Keutamaannya” yang ditulis Ahmad Dirgahayu Hidayat di NU Online, salat Jum'at wajib didirikan oleh orang mukim dan mustauthin (orang yang berdomisili bukan di wilayah asalnya).

Sebagai pengecualian, seorang musafir tidak terkena kewajiban mendirikan salat Jum'at.

Terdapat syarat wajib lain yang tidak tercantum di atas, yakni sehat wal afiat. Apabila terdapat uzur sakit yang justru menyusahkan orang bersangkutan, ia diperbolehkan meninggalkan salat Jumat, serta menggantikannya dengan salat Zuhur, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Thariq bin Syihab di atas.

Waktu Pelaksanaan Sholat Jum'at


Salah satu syarat sah pelaksanaan salat Jum'at ialah waktu pendiriannya harus tepat waktu. Maksudnya tepat waktu adalah tidak melebihi batas waktu zuhur.

Bagaimanapun juga, waktu pendirian salat Jum'at ialah sejak masuk waktu zuhur hingga tiba waktu asar.

Meskipun demikian, waktu yang paling utama untuk mendirikan salat Jum'at adalah ketika matahari mulai tergelincir pada tengah hari.


Baca juga artikel terkait HUKUM SHOLAT JUMAT atau tulisan menarik lainnya Syamsul Dwi Maarif
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Abdul Hadi

DarkLight