Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Anak yang Suka Bohong

Oleh: Dinda Silviana Dewi - 23 Januari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Penelitian di University of Waterloo yang mengamati anak-anak dan menemukan bahwa 96 persen anak kecil berbohong pada saat-saat tertentu.
tirto.id - Beberapa orang tua pasti pernah mendapati anaknya berbohong. Namun, beberapa anak melakukannya karena mereka belum bisa membedakan antara fantasi dan realita. Tapi jangan khawatir, sebab, dilansir dari Healthline, kebohongan yang dilakukan oleh anak-anak bahkan dianggap sebagai tanda kecerdasan dan kreativitas.

"Jika Anda melihat komponen yang diperlukan untuk semua kebohongan yang paling sederhana, mereka menunjukkan sejumlah perkembangan sosial, neurologis, intelektual, dan emosional," ungkap Lawrence Kutner, Ph.D., psikolog, dan penulis enam buku tentang perkembangan anak dikutip dari Heathline.

Dilansir PBS Kids for Parents, penelitian di University of Waterloo yang mengamati anak-anak dan menemukan bahwa 96 persen anak kecil berbohong pada saat-saat tertentu. Rata-rata dari mereka berusia 4 tahun berbohong setiap dua jam dan anak usia enam tahun berbohong setiap jam.

Psikolog Klinis di Child Mind Institute Matthew Rouse, PhD., dalam sebuah artikel mengatakan, para orang tua dan pengasuh harus dapat memahami alasan di balik kebohongan yang dilakukan si kecil. Apabila para orang tua dan pengasuh bersiap menghadapi kebohongan tersebut, maka tidak akan ada kesulitan untuk mengorek kebenaran.

Dalam artikel tersebut, Matthew menyebutkan alasan-alasan kenapa si kecil memilih untuk berbohong, seperti berikut ini:
  1. Menguji perilaku baru
  2. Untuk meningkatkan harga diri dan mendapatkan persetujuan
  3. Untuk mendapatkan fokus dari diri mereka sendiri
  4. Berbicara sebelum mereka berpikir
  5. White lies atau kebohongan yang bisa ditoleransi.

Semakin tua umur anak, akan semakin mudah baginya untuk melakukan kebohongan. Hal itu diungkapkan oleh peneliti Universitas McGill Victoria Talwar dan Kang Lee. Mereka juga mendiskripsikan tiga level dalam kebohongan yang dilakukan oleh anak kecil seperti dilansir PBS Kids for Parents.

  • Tahap 1

Anak-anak memasuki umur 2-3 tahun. Kebohongan pertamanya akan terjadi pada tahap ini dan biasanya hanya menyangkal pada perilaku buruk yang mereka lakukan. Mereka mungkin melibatkan angan-angan lebih dari upaya sengaja untuk menipu.

Dari sudut pandang anak-anak, jika mereka mengatakan tidak melakukannya, maka orang tua mereka tidak akan marah, dan itu entah bagaimana akan secara ajaib menghapus perilaku buruk mereka!

  • Tahap 2

Sekitar usia empat tahun, anak-anak mulai dapat membayangkan bagaimana orang lain berpikir. Kebohongan mereka menjadi lebih dapat dipercaya, karena mereka memperhitungkan apa yang diketahui atau tidak diketahui oleh lawannya.

Mereka tahu perbedaan antara kebenaran dan berbohong, dan berbohong itu buruk, tetapi mereka juga ingin menyenangkan orang dewasa, sehingga mereka berbohong untuk menutupi perilaku buruk.

  • Tahap 3

Sekitar usia tujuh atau delapan tahun, anak-anak tidak hanya mampu menipu seseorang dengan sengaja, mereka juga dapat mengatur untuk tetap berpegang pada cerita yang salah dan untuk terlihat dan terdengar tulus saat melakukannya.

Anak-anak usia ini cenderung berbohong karena mereka tidak ingin mendapat masalah dan karena mereka tidak ingin menganggap diri mereka “jahat.”

Mengatasi sifat suka berbohong pada anak

Tidak ada langkah spesifik yang dapat dilakukan untuk mengatasi kebohongan yang dilakukan oleh si kecil. Jika Anda mendapati si kecil telah berbohong, Healthy Children merekomendasikan Anda untuk segera memberitahu bahwa Anda tahu dia berbohong. Minta dia untuk mengatakan yang sejujurnya.

Memberikan hukuman kepada anak tidak terlalu efektif. Sebaliknya, katakan sesuatu mengenai pentingnya kejujuran untuk rasa saling percaya antara orang tua dan anak. Atau katakan bahwa berbohong akan membawa masalah lebih banyak lagi sehingga apa yang lebih baik adalah mengatakan yang sejujurnya.

Pastikan bahwa apa yang Anda sampaikan termasuk pemilihan bahasa dan tindakan merupakan pilihan yang tepat sehingga si kecil tidak merasa didiskreditkan akibat kebohongan yang telah ia lakukan. Seperti yang diketahui, anak perlu pengertian yang lebih untuk dapat memahami sesuatu dengan baik sesuai apa yang para orang tua inginkan.


Baca juga artikel terkait ANAK BERBOHONG atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight