Ketahui Berat Ideal Janin dan Cara Menambah BB Bayi dalam Kandungan

Oleh: Ahmad Efendi - 22 Juni 2020
Dibaca Normal 2 menit
Apa saja yang bisa dilakukan untuk menambah berat badan janin dalam kandungan?
tirto.id - Dalam banyak kasus, beberapa perempuan sering merasa khawatir tentang berat badan ideal sebelum hamil, atau bagaimana menurunkan berat badan setelah persalinan. Namun, yang harus diketahui dan tidak kalah penting adalah cara mengoptimalkan berat badan janin, untuk memberikan berat yang ideal atau apabila kurang dari target.

Dilansir Firstcry Parenting, jika janin memiliki berat badan yang kurang ideal, maka ada indikasi bahwa asupan nutrisi kepadanya tidak lancar. Serta yang perlu diketahui, janin dengan berat badan yang rendah berpotensi mengalami berbagai masalah kesehatan.

Mulai dari kelahiran prematur, pertumbuhan yang terlambat, risiko penyakit jantung, hingga diabetes di usia dewasa.

Tumbuh kembang janin bisa dipantau dari dua hal, yaitu usia dan pertumbuhannya. Salah satunya melalui USG dokter, yang dapat memantau apakah bobot bayi sudah sesuai dengan usianya.

Selama periode kehamilan, setidaknya sebulan sekali dokter kandungan akan memantau kondisi kesehatan ibu dan bayi yang dikandungnya. Mulai dari pertumbuhan sesuai dengan usia, berat badan janin, hingga kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Apabila berat badan janin ternyata kurang dari berat badan ideal di usia seharusnya, maka ibu hamil direkomendasikan melakukan beberapa cara menambah berat badan janin.

Lantas, berapa berat badan janin ideal?

Sebenarnya tidak ada istilah berat badan janin yang ideal. Setiap bayi berkembang dengan caranya sendiri di dalam kandungan. Meski demikian, panduan di bawah ini bisa menjadi parameter pertumbuhan janin dari minggu ke minggu.

Berikut ini, berat ideal janin, dilansir Baby Centre:
  • 8 minggu: 1 gram
  • 9 minggu: 2 gram
  • 10 minggu: 4 gram
  • 11 minggu: 7 gram
  • 12 minggu: 14 gram
  • 13 minggu: 23 gram
  • 14 minggu: 43 gram
  • 15 gram: 70 gram
  • 16 minggu: 100 gram
  • 17 minggu: 140 gram
  • 18 minggu: 190 gram
  • 19 minggu: 240 gram
  • 20 minggu: 300 gram
  • 21 minggu: 360 gram
  • 22 minggu: 430 gram
  • 23 minggu: 501 gram
  • 24 minggu: 600 gram
  • 25 minggu: 660 gram
  • 26 minggu: 760 gram
  • 27 minggu: 875 gram
  • 28 minggu: 1005 gram
  • 29 minggu: 1153 gram
  • 30 minggu: 1319 gram
  • 31 minggu: 1502 gram
  • 32 minggu: 1702 gram
  • 33 minggu: 1918 gram
  • 34 minggu: 2146 gram
  • 35 minggu: 2383 gram
  • 36 minggu: 2622 gram
  • 37 minggu: 2859 gram
  • 38 minggu: 3083 gram
  • 39 minggu: 3288 gram
  • 40 minggu: 3462 gram
Panduan berat badan janin di atas sekali lagi bukan yang mutlak, hanya sebagai kisaran berapa berat badan janin sesuai dengan usia kehamilan ibunya.

Secara umum, ibu hamil sebaiknya mengalami kenaikan berat badan sekitar 1-2 kg pada tiga bulan pertama kehamilan. Kemudian pada trisemester kedua dan ketiga, ibu hamil akan naik setengah kilogram setiap minggunya.

Namun, angka ini tentu berbeda jika Anda hamil anak kembar. Oleh karena itu, selalu konsultasikan dengan dokter kandungan Anda.

Apabila berat badan janin dinyatakan kurang dari berat badan ideal di usia kandungan tersebut, dokter kandungan akan meminta ibu untuk mengonsumsi makanan tertentu terutama yang kalorinya tinggi. Selain itu, ada juga aktivitas lain yang bisa membantu menambah berat badan janin.

Cara menambah berat badan janin

Seimbangkan asupan gizi

Asupan gizi yang seimbang menjadi hal yang paling penting dalam menambah berat janin. Mengonsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat, protein, lemak dan vitamin-vitamin dari buah dan sayur harus dilakukan secara teratur dan seimbang.

Dalam sebuah penelitian yang dihimpun dalam Journal List Nutrients vol. 7, cara paling tepat dalam menambah berat janin ialah dengan mengonsumsi makanan dengan nutrisi yang utuh seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, susu rendah lemak, dan daging tanpa lemak.

Secara lebih spesifik, ragam makanan yang direkomendasikan antara lain: susu, yogurt, kedelai, ayam, ikan, brokoli, wortel, jeruk, almon, apricot, ara, dan kenari.


Konsumsi vitamin prenatal

Vitamin prenatal atau suplemen prenatal adalah kombinasi dari vitamin dan mineral yang dibutuhkan wanita sebelum, selama, dan setelah kehamilan, untuk kesehatan dirinya dan juga bayinya. Asam folat adalah jenis vitamin B yang banyak ditemukan pada suplemen atau ditambahkan dalam makanan, dan merupakan bentuk sintetis dari folat

Sebaiknya, konsultasikan terlebuh dahulu dengan dokter terkait berat janin lalu minta rekomendasi vitamin prenatal yang diperlukan. Selanjutnya, konsumsi vitamin yang direkomendasi tersebut untuk mendapatkan berat janin yang ideal.

Istirahat yang cukup

Dikutip Livestrong, istirahat yang cukup menjadi cara untuk menambah berat janin yang tak boleh diabaikan. Terlalu banyak beraktivitas yang menguras banyak tenaga dapat memengaruhi perkembangan dan pertumbuhan janin.

Sebaiknya, seorang perempuan hamil mencoba untuk konsisten dalam mengatur jam tidur. Direkomendasikan untuk mengambil waktu selama delapan jam sehari agar mendapat cukup energi.


Berpikir positif dan hindari stres

Selain menjaga kesehatan fisik, seorang perempuan hamil juga wajib memperhatikan kesehatan psikis mereka. Segala bentuk stress, kecemasan, hingga depresi dapat memengaruhi kesehatan perempuan hamil bahkan janin dalam kandungannya.

Emosi yang tak terkontrol, tak jarang membuat hormon semakin berfluktuasi sehingga seringkali membuat perempuan hamil memilih makanan menjadi salah, yang bahkan tak direkomendasikan selama masa kehamilan.

Terpenting, jangan ragu untuk selalau berkonsultasi dengan dokter terkait kesehatan janin. Sampaikan keluhan yang dirasakan, agar penanganan bisa lebih tepat.


Hindari konsumsi alkohol, kafein dan tembakau

Jangan mengonsumsi alkohol, kafein, tembakau, dan obat-obatan selain yang direkomenasikan oleh dokter Anda. Dikutip Cleveland Clinic, zat-zat tersebut dapat memiliki efek yang berbahaya pada kesehatan Anda dan dapat mempengaruhi kesehatan bayi.


Baca juga artikel terkait KEHAMILAN atau tulisan menarik lainnya Ahmad Efendi
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Ahmad Efendi
Penulis: Ahmad Efendi
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight