Kesaksian Sopir Truk Terperosok di Galian Proyek Underpass Yogya

Oleh: Irwan Syambudi - 23 Juli 2019
Dibaca Normal 1 menit
Sopir truk yang terperosok di proyek Underpass Kentungan Yogyakarta memberi kesaksian terkait kecelakaan yang menimpa dirinya.
tirto.id - Dua kendaraan yakni truk dan mobil Land Rover terperosok di proyek Underpass Kentungan Yogyakarta. Sopir truk Ahmad Mujahidin (32) menyebutkan, amblesnya jalan diikuti terperosoknya truk terjadi tiba-tiba.

"Tiba-tiba langsung ambles. Enggak ada rasa goyang apa pun. Jatuhnya seperti ban gembos,” kata Ahmad saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (23/7/2019).

Ahmad mengatakan, truk yang dikendarainya itu sedang mengangkut 12 kubik kayu jabon dari Ajibarang, Purwokerto, Jawa Tengah menuju Cangkringan, Sleman. Saat tiba di proyek underpass Kentungan dan berhenti menunggu lampu apill, saat itulah truk terperosok.

Truk kemudian terguling dan masuk ke lubang galian proyek kurang lebih sedalam 2 meter. Karena kejadian tiba-tiba, Ahmad masih berada di dalam truk, ia ikut terguling bersama truk bermuatan itu.

Meski tak sempat menyelamatkan diri, tetapi Mujahidin tidak mengalami luka. Dia kemudian keluar truk dari pintu sebelah kiri.

“Tidak sempat loncat, amblasnya dari ban belakang sebelah kanan dulu. Pelan-pelan,” kata warga Batang, Jawa Tengah ini.

Ahmad mengatakan, ia nekat melewati jalan di sekitar proyek Underpass Kentungan lantaran melihat truk tronton bermuatan juga melintas di depannya. Pun demikian, kata dia, tidak ada petugas yang mengarahkan agar tidak melintasi proyek tersebut

“Rambu-rambu tidak kelihatan. Tidak ada petugas yang mengarahkan. Enggak ada yang nyuruh putar balik. Di depan ada beberapa truk tronton. Depan saya satu tronton muatan,” ujarnya.


Selain truk, satu mobil Land Rover yang terperosok diketahui dikendarai oleh warga negara Australia.

"Land Rover ditumpangi oleh tiga orang, kebetulan adalah warga negara Australia. Alhamdulillah ketiganya selamat," kata Kasat Lantas Polres Sleman AKP Faisal Pratama saat ditemui di lokasi kecelakaan, Selasa (23/7/2019).


Ketiga orang warga Australia terdiri dua orang dewasa dan satu anak-anak yang merupakan satu keluarga. Ketiganya, kata Faisal, dalam kondisi selamat tetapi mengalami trauma.

Menurut Faisal, jalan di samping proyek underpass ini sebenarnya hanya boleh dilewati kendaraan kecil. Bus dan truk tidak boleh melintas kecuali bus Trans Jogja.

"Dimungkinkan truk ini antara tidak tahu atau memang memaksakan diri," ucap Faisal.

Salah seorang saksi mata, Oky Karisma (25) mengatakan, kendaraan terperosok terjadi pada pukul 10.30 WIB. Mulanya ia mendengar suara gemuruh disusul debu berhambur ke udara.

Ia yang saat itu berada di lobi kantor yang tepat berada di seberang proyek langsung naik ke lantai dua. Dari jendela kantor, ia melihat sebuah truk bermuatan kayu balok terperosok di galian proyek dengan posisi miring.

"Truk dulu [terperosok] langsung nyusul jip [Land Rover] di depannya [ikut terperosok]," kata Oky saat ditemui Tirto.

Saat melihat truk yang terperosok, Oky sempat mengabadikan gambar video dengan kamera ponselnya. Beberapa detik kemudian kamera ponselnya juga turut merekam mobil Land Rover warna putih yang ikut terperosok.

"Yang [sopir] jip-nya langsung naik ke atas. Sebelum itu [mungkin] sudah terasa tanahnya gerak," ujar Oky.


Baca juga artikel terkait KECELAKAAN atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno
DarkLight