'Kerumunan Rizieq': Satgas Peringatkan Warga Tak Halangi Tracing

Oleh: Andrian Pratama Taher - 26 November 2020
Dibaca Normal 1 menit
Setidaknya ada 80 orang terpapar COVID-19 dalam kegiatan 'kerumunan Rizieq' di Petamburan dan Tebet, Jakarta.
tirto.id - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito meminta kepada masyarakat untuk tidak melawan saat petugas melaksanakan pemeriksaan COVID-19 di klaster Petamburan, Tebet, maupun Megamendung. Ia mengingatkan, tindakan menghalang-halangi bisa berujung pada masalah hukum.

"Tindakan menghalang-halangi ini akan menghambat upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah. Di berbagai daerah seperti DKI Jakarta , terdapat sanski yang akan dijatuhkan kepada masyarakat yang melakukan tindakan tersebut," kata Wiku dalam konferensi pers secara daring dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Wiku meminta masyarakat paham bahwa kedatangan petugas kesehatan sebagai upaya pemerintah menangani COVID-19. Ia ingin masyarakat untuk bekerja sama dalam penanganan COVID-19.

Di saat yang sama, Wiku menuturkan, pemerintah masih terus memetakan klaster penyebaran COVID-19 di tempat-tempat tersebut. Pemerintah pun berusaha secepat mungkin berhasil memetakan klaster tersebut agar para pasien positif bisa segera terdeteksi dan bisa ditangani pemerintah.

"Satgas berkomitmen untuk dapat memetakan kalster tersebut secepat mungkin, sehingga mereka yang hasil tesnya positif dapat segera memperoleh treatment yang baik dan sesuai standar. Dengan demikian mereka dapat lekas sembuh," kata Wiku.

Klaster Petamburan, Tebet dan Megamendung merupakan dugaan klaster penyebaran COVID-19 berkaitan dengan kerumunan yang dibuat Imam Besar FPI Rizieq Shihab. Seusai pulang dari Arab Saudi, Selasa (9/11/2020) lalu, pentolan FPI itu menggelar sejumlah kegiatan yang berujung pada kerumunan masyarakat.

Per data tanggal 21 November 2020, Kementerian Kesehatan mencatat setidaknya ada 80 orang terpapar COVID-19 dalam kegiatan di Petamburan dan Tebet, Jakarta. Setidaknya ada 50 kasus positif dari kegiatan Tebet dan 30 kasus di Petamburan, Jakarta.

Aksi penelusuran kasus pun tidak berjalan mulus. Setidaknya ada 3 warga Petamburan yang dinyatakan reaktif rapid test COVID-19 kabur saat hendak dites antigen. Sebelumnya, per tanggal 25 November 2020, Satgas COVID-19 DKI Jakarta memeriksa cepat 276 warga Petamburan. Dari tes tersebut, ada 5 warga yang ternyata hasil tes reaktif COVID-19.











Baca juga artikel terkait KLASTER COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Restu Diantina Putri
DarkLight