Keraton Yogya Pamerkan 30 Manuskrip, Peringati 'Jumenengan' Sultan

Oleh: Irwan Syambudi - 8 Februari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Keraton Yogyakarta memamerkan 30 manuskrip kuno abad XIX baik koleksi keraton maupun dari British Library.
tirto.id - Manuskrip milik Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat bakal dipamerkan saat peringatan 30 tahun Sri Sultan HB X bertahta atau jumenengan. Manuskrip berusia ratusan tahun itu baru pertama kali dipamerkan untuk umum.

"[Manuskrip milik keraton] Ini baru pertama kali dipamerkan, karena ini baru pertama kalinya manuskrip itu keluar dari Kantor Widya Budaya," kata Ketua Panitia Peringatan 30 tahun Sri Sultan HB X bertahta, GKR Bendoro, di Yogyakarta, Jumat (8/2/2019).

Putri bungsu Sultan ini menjelaakan nantinya akan akan ada puluhan manuskrip yang akan dipamerkan. Selain sebagian dalam bentuk asli, ada pula manuskrip yang telah digitalisasi.

"Kita tampilkan [manuskrip] milik keraton di-support oleh 75 manuskrip dari British Library. Dari keraton 30 [manuskrip] dalam bentuk aslinya," kata GKR Bendoro saat menggelar jumpa pers di Kompleks Keraton Yogyakarta.

Sebanyak 75 manuskrip keraton dari British Library semuanya dalam bentuk digital. Bentuk aslinya belum dapat dibawa ke Indonesia karena masih terbentur masalah kepemilikan dan telah lebih dari 50 tahun berada di luar negeri.

Lanjut Bendoro, meski sudah mendapatkan bentuk digitalnya dari British Library, tetapi tidak semuanya dapat dipamerkan untuk umum.

"Tidak semua 75 [manuskrip dari British Library] itu kita tampilkan dalam bentuk digitalisasinya karena keterbatasan dari segi perpustakaan kami," kata dia.

Pameran manuskrip ini merupakan salah satu rangkaian acara peringatan 30 tahun Sri Sultan HB X bertahta yang jatuh pada 7 Maret 2019 mendatang. Pameran ini digelar tepat pada tanggal tersebut dan akan berakhir pada 7 April 2019.

Pameran yang digelar di Kanggungan Ndalem Bangsal Pagelaran Kompleks Keraton Yogyakarta itu nantinya akan banyak menampilkan koleksi dari warisan Sri Sultan HB V.

Manuskrip tersebut di antaranya adalah babad, serat, dan cathetan warna-warni dari Kantor Perpustakaan Widya Budaya milik Keraton Yogyakarta. Selain itu juga manuskrip bedaya, srimpi, petilasan beksan, serta cathetan gendhing.

Beberapa contoh manuskrip yang akan dipamerkan dan merupakan milik keraton di antaranya adalah "Babad Ngayogyakarta: Hamengku Buwono I Dumugi Hamengku Buwono III". Manuskrip 1.330 halaman itu ditulis pada tahun 1817 menggunakan aksara Jawa.

Serta "Babad Ngayogyakarta: Hamengku Buwono I Dumugi Hamengku Buwono III (Perang Spehi)". Manuskrip 334 halaman menggunakan aksara Jawa.

Sementara manuskrip koleksi British Library di antaranya adalah "Serat Jayalengkara Wulang". Manuskrip 439 halaman ditulis pada tahun 1803 menggunakan aksara Jawa. Dan "Teaching of Sultan Hamengku Buwono I" yang ditulis pada tahun 1812 menggunakan aksara Jawa.

Baca juga artikel terkait KERATON YOGYAKARTA atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Agung DH
DarkLight