Keraton Jogja Pamerkan Koleksi Busana Peringati "Jumenengan" Sultan

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 15 Februari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Pameran yang rencananya akan dibuka oleh Sri Sultan HB X di Pagelaran Keraton ini akan memamerkan beragam busana yang ada di Keraton seperti baju hakim dan juru pajak pada masa lampau.
tirto.id - Busana atau pakaian yang dulu pernah digunakan raja, ratu serta pejabat Keraton di masa lampau, koleksi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan dipamerkan untuk umum pada 8 Maret hingga 4 April 2020.

Pameran ini digelar sebagai rangkaian acara peringatan 32 tahun Sri Sultan HB X bertahta atau Tingalan Jumenengan Dalem.

Ketua Pemeran, GKR Bendoro mengatakan pameran dengan mengusung tema besar ‘Busana dan Peradaban di Keraton Yogyakarta’ bertajuk “ABALAKUSWA” ini diharapkan mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke Yogyakarta.

“Pemeran ini mengangkat soal busana, busana kebesaran, busana yang indah dalam tradisi Jawa. Pameran ini dikemas Millenial Exhabition sehingga bisa jadi daya tarik bagi kaum milenial, selain itu ini juga untuk mengangkat pariwisata Jogja karena bulan-bulan Maret ini animo wisatawan menurun,” ujar Bendoro.

Bendoro menambahkan, pameran yang rencananya akan dibuka oleh Sri Sultan HB X di Pagelaran Keraton ini akan memamerkan beragam busana yang ada di Keraton seperti baju saat menerima tamu negara hingga pakaian untuk menari.

“Dulu Keraton ini kan sebuah negara, jadi dulu ada seragamnya kayak hakim, juru pajak, pakaian ini jadi simbol dari pekerjaannya,” ujar Bendoro.

Jika Anda tertarik untuk datang ke pameran ini, tiket masuknya adalah Rp5.000 dan Anda bisa melalui gerbang utama yang berada di dekat Alun-alun Utara Jogja untuk menuju ke lokasi pameran.

Pameran ini akan dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB dan khusus untuk Jumat, Sabtu, Minggu akan dibuka hingga pukul 21.00 WIB.

Selain pameran, dalam rangkaian acara peringatan 32 tahun Sri Sultan HB X bertahta atau Tingalan Jumenengan Dalem juga akan digelar simposium internasional.

GKR Hayu, Ketua Panitia Simposium mengatakan acara ini mengusung tema “Busana dan Peradaban di Keraton Yogyakarta”, kegiatan Simposium Internasional kali ini akan dilaksanakan pada 9 dan 10 Maret 2020 di The Kasultanan Ballroom Royal Ambarrukmo Yogyakarta.

Simposium tahun ini akan dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X dan dibuka dengan menampilkan Beksan Lawung Ringgit, persembahan KHP Kridhomardowo Keraton Yogyakarta.

Agenda simposium internasional ini juga akan menghadirkan pembicara tamu dari dalam dan luar negeri.

Selain itu juga terdapat 8 pembicara dari call for paper terpilih dari 108 pendaftar yang diikuti oleh akademisi, peneliti atau peminat budaya Jawa dari segala Indonesia dan mancanegara.

Untuk dapat mengikuti simposium ini Anda tidak harus mengirimkan paper terlebih dahulu. Akan dibuka total 500 tiket setiap hari dalam simposium tersebut.

Sebanyak 100 tiket early bird dijual pada Jumat (14/2/2020) pukul 00.00 hingga Senin (17/2/2020) pukul 12.00 dengan skema khusus untuk tiket bundling selama dua hari sebesar Rp250.000.

Selanjutnya, 400 tiket reguler akan dijual mulai Senin (17/2/2020) pukul 13.00 hingga Selasa (10/3/2020) pukul 08.00 atau sehabisnya, dengan ketentuan berikut:

- Mahasiswa aktif hingga jenjang S2, (single days, hari 1 atau 2) Rp150.000

- Mahasiswa aktif hingga jenjang S2 (all days, hari 1 dan 2) Rp250.000

- Umum, (single day, hari 1 atau 2) Rp300.000

- Umum, (all days, hari 1 dan 2) Rp500.000
















Baca juga artikel terkait KERATON JOGJA atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Nur Hidayah Perwitasari
Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight