Kenali Tahapan Perkembangan Bahasa Anak Usia 0 hingga 5 Tahun

Kontributor: Syarifah Aini - 27 Okt 2021 15:45 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Perkembangan bahasa anak secara umum dibagi menjadi 2 tahap, sedangkan berdasarkan usia terdiri dari 3 kategori. Berikut ini penjelasannya.
tirto.id - Perkembangan bahasa anak usia dini akan semakin pesat setelah melewati fase bayi. Berdasarkan usia, perkembangan bahasa anak dimulai dari usia 0-12 bulan dan dipungkasi usia 3-5 tahun.

Tahap Perkembangan Bahasa Anak


Secara umum, perkembangan bahasa anak dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap pralinguistik dan linguistik.

1. Tahap Pralinguistik


Tahap pralinguistik ini akan dialami pada fase bayi. Pada tahapan ini, bahasa bayi berupa simbol-simbol ekspresi tertentu seperti menangis, menjerit, dan juga tertawa.

Berbagai ekspresi tersebut merupakan bentuk komunikasi bayi dalam menyampaikan perasaannya mulai dari senang, sedih, nyaman, atau takut.

Bisa juga untuk menyampaikan keinginannya misalnya haus, lapar, ingin tidur, ataupun minta digendong. Selain itu, bentuk komunikasi tersebut juga digunakan untuk menyampaikan perasaan tidak nyaman dengan suatu hal seperti ketika mereka mengompol, buang air besar, ataupun kesakitan.

Seiring berjalannya waktu, tahapan tersebut akan meningkat perlahan menjadi komunikasi ke arah verbal. Komunikasi verbal pada tahapan ini masih dalam bentuk sederhana seperti mengoceh dengan kalimat yang belum begitu jelas.

2. Tahap Lingustik

Lebih meningkat dari tahapan pralinguistik, pada tahapan ini anak sudah dapat melakukan komunikasi verbal dalam bentuk kata-kata yang dapat dimengerti. Pada tahapan ini pula, anak-anak sudah dapat menyusun kata dan menyampaikan komunikasinya dalam sebuah kalimat seperti orang dewasa.

Jika dilansir dari laman resmi National Institutes of Health, tahapan perkembangan bahasa pada anak terjadi sangat intensif pada umur 0-3 tahun. Pada tahapan ini, otak anak berada dalam kondisi terbaik untuk mengasah kemampuan berbahasa dan berbicara dengan suara, pandangan, hingga bahasa yang digunakan sehari-hari.

Perkembangan Bahasa Anak Berdasarkan Usia


Secara lebih rinci, tahapan perkembangan bahasa anak berdasarkan usia dapat dikategorikan sebagai berikut.

1. Usia 0-12 bulan

Pada usia ini, sebagian besar bayi berada pada tahap pralinguistik. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pada tahapan ini bayi akan lebih banyak menunjukkan komunikasinya dalam bentuk simbol-simbol ekspresi.

Pada fase ini pula, bayi sudah mampu merespons suara, babling (mengulang konsonan atau vocal), memahami perintah verbal, serta menunjuk arah.

Umumnya, jika sudah mulai memasuki usia 10 bulan, si bayi sudah mulai mengucapkan kata-kata sederhana seperti menyebut orang terdekatnya (mama atau papa).

2. Usia 1-3 tahun

Pada usia ini, anak sudah mulai menunjukkan peningkatan bahasa. Jika pada tahun pertama anak sudah mulai dapat memahami intruksi dan mengucap satu kata, maka di tahun kedua dan ketiga, anak sudah mulai mengenal dan belajar mengucapkan kata-kata sederhana meskipun pengucapannya belum begitu sempurna. Seperti “patu” (apa itu), “ndak au” (tidak mau), dan lain sebagainya.

3. Usia 3-5 tahun

Pada tahapan usia ini, anak sudah mampu menyusun kata dan menyampaikan komunikasinya dalam sebuah kalimat seperti orang dewasa.

Ia sudah mampu mengenal kata kerja dan kata ganti, ia juga sudah dapat menyampaikan keinginannya dalam bentuk kalimat seperti “aku ingin makan roti”, “aku mau bermain”, dan lain sebagainya.

Tak hanya bisa menyampaikan keinginannya, pada usia ini anak juga sudah mampu melontarkan pertanyaan, protes, penolakan, ataupun menyampaikan perasaan.

National Institutes of Health menuliskan bahwa secara umum tahapan perkembangan bahasa terpenting pada anak terjadi secara normal sejak umur 0-5 tahun. Pada masa pertumbuhan tersebut biasanya akan menjadi tolok ukur oleh para dokter atau ahli kesehatan untuk melihat apakah perkembangan bahasa pada anak tersebut normal ataukah memerlukan bantuan dari tenaga profesional.

Beberapa kemungkinan yang bisa menjadi indikasi seorang anak memerlukan bantuan dari tenaga profesional seperti terjadinya speech delay (keterlambatan berbicara), receptive language (sulit menangkap atau memahami ucapan orang lain) hingga difficulty sharing (sulit untuk menyampaikan pemikiran melalui bahasa).


Baca juga artikel terkait BAYI atau tulisan menarik lainnya Syarifah Aini
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Syarifah Aini
Penulis: Syarifah Aini
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
Penyelaras: Ibnu Azis
DarkLight