Kenali Pola Lantai dalam Kesenian Tari: Apa Saja Jenis & Fungsinya?

Kontributor: Ilham Choirul Anwar - 16 Jan 2022 13:08 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Pola lantai dalam tari merupakan sebuah pola yang dilintasi oleh gerakan-gerakan dari komposisi tari di atas lantai.
tirto.id - Dalam pementasan kesenian tari dikenal adanya pola lantai. Pola lantai dalam tari merupakan sebuah pola yang dilintasi oleh gerakan-gerakan dari komposisi tari di atas lantai. Penari melakukan gerakan tariannya melalui garis pola tersebut.

Pentingnya penerapan pola lantai dalam komposisi tari yaitu akan menempatkan dan menata letak penari sedemikian rupa.

Dengan demikian, satu penari dengan lainnya dapat menampilkan tarian dalam satu kesatuan utuh. Pementasan pun dapat berjalan dengan baik dengan ada formasi ini.

Mengutip modul Seni Budaya Tari Paket B (2018), pola lantai dibuat untuk memperindah pertunjukan tari.

Dalam pembuatan pola lantai turut memerhatikan berbagai hal seperti bentuk pola lantai, maksud atau makna pola lantai, jumlah penari, ruangan atau tempat pertunjukkan, dan gerak tari.

Pada penyajian tari tunggal, penari bebas untuk membuat pola lantai sesuai keinginan sendiri, sedangkan pada
penyajian tari berpasangan dan kelompok antara penari satu dengan penari yang lainnya terikat aturan dan harus dapat bekerja sama.

Penggarapan pola lantai berpasangan dan kelompok pada tari kreasi harus lebih diperhitungkan dengan cermat dan memerlukan latihan bersama secara intensif.

Jenis-Jenis Pola Lantai


Pola lantai dan pola garis memengaruhi penampilan tari. Pola lantai dalam tari terbagi dalam dua yakni pola menetap dan pola berpindah tempat.

Mengutip modul PJJ Seni Tari Kelas IX (2020), pola menetap yaitu komposisi penari di satu tempat. lalu, pola berpindah tempat merupakan lintasan yang dilalui penari pada saat berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Sementara itu, pola garis lantai dalam tari terdiri dari:

1. Pola garis lurus

Pola garis lurus mempunyai kesan sederhana tapi kuat. Pola garis lurus dapat dibagi desainnya menjadi:

  • Pola lantai horizontal (mendatar). Pola ini memberikan kesan istirahat.
  • Pola lantai vertikal (tegak). Pola ini mengesankan ketenangan dan keseimbangan.
  • Pola lantai diagonal (menyudut). Pola ini memberikan kesan dinamis atau kuat.

Pola garis lantai tersebut telah mengalami pengembangan. Misalnya adalah pola lantai zig-zag, diagonal huruf V, segitiga, segi empat, dan segi lima.

Garis-garis lurus yang dibuat oleh penari sendiri menyimbolkan tidak hanya hubungan antarmanusia tetapi juga dengan Sang Pencipta. Garis-garis lurus dapat juga dimaknai memiliki sikap jujur.

Pola lantai garis lurus dapat dilakukan dengan berbagai level. Pola lantai garis lurus dapat dilakukan pada jenis penyajian tari berpasangan atau kelompok.

2. Pola garis lengkung

Pola garis lengkung memiliki kesan lembut dan lemah. Namun, pola ini juga bisa memberikan makna manis. Beberapa bentuk dari pola garis lengkung yaitu lingkaran, setengah lingkaran angka delapan, spiral, huruf S, garis lengkung ular, garis lengkung ke depan, dan garis lengkung ke belakang dan lengkung ular.

Fungsi Pola Lantai pada Tari

Dalam penampilan sebuah tarian baik tari tradisional maupun tarian kreasi baru, penggunaan pola lantai sudah menjadi suatu hal yang harus diperhatikan.

Penggunaan pola lantai tidak hanya sekedar menempatkan posisi penari di atas panggung, tetapi juga bermakna sesuai dengan tema dari penampilan tarian tersebut.

Mengutip modul Mari Menari Bersama (2018), pola lantai pada tari tradisional memiliki fungsi, antara lain:

  1. Memperkuat atau memperjelas gerakan-gerakan dari peranan tertentu.
  2. Membantu memberikan tekanan atau kekuatan pada suatu tokoh tertentu yang ditonjolkan.
  3. Menghidupkan karakteristik gerak dari keseluruhan pertunjukan tari.
  4. Membentuk komposisi, menyesuaikan tari dengan bentuk ruang pertunjukan.
  5. Untuk memperindah suatu tarian.

Baca juga artikel terkait SENI TARI atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Maria Ulfa

DarkLight