Kenali Masturbasi Kompulsif dan Tanda-Tanda Seksualitas Tidak Sehat

Oleh: Febriansyah - 27 Desember 2019
Dibaca Normal 1 menit
Ketika masturbasi sudah sampai dalam taraf mengganggu kehidupan seseorang, itu perlu diwaspadai.
tirto.id - Masturbasi merupakan aktivitas yang lazim dilakukan orang dewasa. Jika dilakukan secara wajar, masturbasi membantu mengurangi stres hingga membuat tidur lebih lelap.

Namun, ketika masturbasi sudah sampai dalam taraf mengganggu kehidupan seseorang, itu sudah buruk. Perilaku seksual yang kompulsif melibatkan kesenangan yang intens dan berulang dengan dorongan seksual, fantasi, dan perilaku.

Menurut laporan studi kasus dalam Journal of Psychiatry, masturbasi kompulsif biasanya berkaitan dengan kondisi kontrol impuls atau jenis disfungsi seksual.

Orang-orang bermasturbasi karena berbagai alasan, termasuk kesenangan, kenikmatan, kesenangan, dan pelepasan ketegangan. Beberapa orang melakukan masturbasi sendirian, sementara yang lain melakukan masturbasi dengan pasangan.

Tapi ketika perilaku itu sudah terlalu sering dan kerap dilakukan maka itu mungkin sudah termasuk Compulsive Sexual.

American Psychiatric Association (APA) tidak mengklasifikasikan perilaku seksual kompulsif sebagai gangguan kesehatan mental yang dapat didiagnosis .

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan perilaku seksual kompulsif dalam Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD-11) dan mendefinisikannya sebagai kelainan impuls "yang ditandai dengan pola kegagalan yang terus-menerus untuk mengendalikan impuls seksual yang berulang atau desakan atau desakan yang mengakibatkan seksual berulang. tingkah laku."

Gejala masturbasi kompulsif

Dilansir Medical News Today karakteristik berikut menunjukkan perilaku seksual kompulsif:

  • Aktivitas seksual berulang yang menjadi fokus utama kehidupan seseorang, sampai mengabaikan kesehatan dan perawatan pribadi atau minat, kegiatan, dan tanggung jawab lainnya
  • Banyak upaya yang gagal untuk secara signifikan mengurangi perilaku seksual yang berulang
  • terus menerus.
  • Pola kegagalan untuk mengendalikan impuls atau dorongan seksual yang intens dan perilaku seksual berulang yang dihasilkan selama periode yang panjang, misalnya, sudah 6 bulan berlangsung.
  • Perilaku ini telah menyebabkan kesulitan yang nyata atau gangguan signifikan dalam kehidupan pribadi, keluarga, sosial, pendidikan, dan pekerjaan, serta di bidang-bidang penting lainnya.

Penyebab masturbasi kompulsif

Penyebab perilaku seksual kompulsif masih belum jelas. Beberapa penelitian berteori bahwa perilaku seksual kompulsif memiliki sistem penghargaan dan sirkuit yang sama di otak sebagaimana kecanduan zat. Namun, tidak ada bukti empiris yang mendukung ini.

Kondisi kesehatan mental yang mendasarinya, seperti depresi, juga dapat memicu perilaku seksual kompulsif. Keadaan mood yang berbeda, termasuk kesedihan, kesepian, dan kebahagiaan, juga dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk mengontrol perilaku seksual pada orang dengan kondisi tersebut.

Pengobatan

Opsi perawatan yang bisal dilakukan adalah:

-Cognitive behavioral therapy (CBT)
Jenis terapi psikologis ini menyediakan berbagai teknik dan alat yang membantu individu mengubah perilaku mereka. CBT dapat memperlengkapi seseorang untuk mempelajari keterampilan koping positif baru dan mengurangi dorongan seksual yang tidak diinginkan.

-Obat-obatan yang diresepkan
Obat ini mungkin termasuk anti-androgen, seperti medroxyprogesterone (Provera), serta selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), termasuk fluoxetine (Prozac).


Baca juga artikel terkait MASTURBASI atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Febriansyah
Penulis: Febriansyah
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight