Kenali Herpes Genital, Gejala dan Cara Mengobatinya

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 4 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
Kenali penyebab, gejala dan cara mengobati herpes genital. Herpes genital bisa sangat berbahaya bagi perempuan hamil sehingga Anda harus segera berkonsultasi ke dokter.
tirto.id - Herpes genital atau herpes kemalin adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS). Penyakit ini menyebabkan luka lepuh atau benjolan yang berisi cairan dan menyakitkan. Luka ini juga dapat membuka dan mengeluarkan cairannya.

Penyebab herpes genital

Seperti diwartakan Healthline penyebab herpes genital ini adalah dua jenis virus herpes simpleks yaitu HSV-1 (yang biasanya menyebabkan luka dingin) dan HSV-2 (yang biasanya menyebabkan herpes genital).

Virus masuk ke tubuh Anda melalui selaput lendir Anda. Selaput lendir Anda adalah lapisan tipis jaringan yang melapisi bukaan tubuh Anda. Mereka dapat ditemukan di hidung, mulut, dan alat kelamin Anda.

Setelah virus berada di dalam tubuh, mereka memasukkan diri ke dalam sel dan kemudian tinggal di sel-sel saraf panggul Anda. Virus cenderung berkembang biak atau beradaptasi dengan lingkungan mereka, yang membuat mereka sulit untuk dihilangkan.

HSV-1 atau HSV-2 dapat ditemukan dalam cairan tubuh orang yang terinfeksi, termasuk:

-air liur
-air mani
-sekresi vagina

Mengenali gejala herpes genital

Gejala herpes genital akan diawali dengan munculnya lepuh. Herpes pertama akan muncul paling cepat dua hari setelah Anda tertular virus, atau paling lambat 30 hari sesudahnya.

Gejala umum untuk pria termasuk lecet pada penis, skrotum, atau pantat (dekat atau di sekitar anus).

Gejala umum untuk wanita termasuk lepuh di sekitar atau di dekat vagina, anus, dan pantat.

Gejala umum untuk pria dan wanita meliputi:

- Lepuh dapat muncul di mulut dan di bibir, wajah, dan di tempat lain yang bersentuhan dengan daerah yang terinfeksi.
- Daerah yang terinfeksi sering mulai gatal, atau kesemutan, sebelum munculnya lepuh yang sebenarnya.
- Lepuh dapat menjadi ulserasi (luka terbuka) dan mengeluarkan cairan.
- Kerak dapat muncul di atas luka dalam waktu satu minggu setelah terinfeksi.
- Kelenjar getah bening Anda mungkin menjadi bengkak. Kelenjar getah bening melawan infeksi dan peradangan dalam tubuh.
- Anda mungkin mengalami sakit kepala, sakit tubuh, dan demam.

Gejala umum untuk bayi yang lahir dengan herpes (diterima melalui persalinan pervaginam) dapat meliputi bisul pada wajah, tubuh, dan alat kelamin.

Bayi yang dilahirkan dengan herpes genital dapat mengalami komplikasi dan pengalaman yang sangat parah, di antaranya kebutaan, kerusakan otak, kematian

Sehingga sangat penting bagi perempuan yang sedang hamil untuk memberitahu dokter kandungan Anda bila Anda memiliki herpes genital.

Sebab dokter kandungan biasanya akan mengambil tindakan pencegahan untuk mencegah virus itu menular ke bayi Anda selama persalinan, dengan satu metode yang mungkin dilakukan adalah bayi akan dilahirkan melalui operasi caesar.

Mendiagnosis herpes genital

Diagnosa terhadap penyakit herpes genital biasanya akan dilakukan oleh dokter dengan melakukan pemeriksaan visual dari herpes. Meskipun tidak selalu diperlukan, dokter juga dapat mengkonfirmasi diagnosis mereka melalui tes laboratorium seperti tes darah untuk mendiagnosis virus herpes simpleks.

Bagaimana herpes genital dapat diobati?

Pengobatan dapat mengurangi herpes, namun tidak dapat menyembuhkan atau menghilangkan sepenuhnya virus herpes simpleks dalam tubuh Anda.

Obat-obatan

Obat antivirus dapat membantu mempercepat waktu penyembuhan luka Anda dan mengurangi rasa sakit. Obat dapat diminum pada saat tanda-tanda pertama herpes muncul (kesemutan, gatal, dan gejala lainnya) untuk mengurangi gejala. Orang yang terkena herpes mungkin juga akan diresepkan obat-obatan untuk mengurangi kemungkinan mereka terkena herpes di masa depan.

Perawatan rumah

Gunakan pembersih ringan saat mandi atau mandi di air hangat. Jaga daerah yang terinfeksi tetap bersih dan kering. Kenakan pakaian katun longgar untuk menjaga area nyaman.


Baca juga artikel terkait PENYAKIT atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight