Menuju konten utama

Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Cegah Pneumonia

Pneumonia disebabkan oleh bakteri, jamur hingga virus dengan gejalam mulai batuk hingga demam.

Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Cegah Pneumonia
Ilustrasi Pneumonia. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Pneumonia merupakan infeksi yang menimbulkan radang pada kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru. Infeksi dan peradangan ini disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur, yang menyebabkan kantung udara di paru-paru dapat berisi cairan atau nanah.

Pneumonia yang disebabkan bakteri di AS adalah Streptococcus pneumoniae. Jenis pneumonia ini dapat terjadi dengan sendirinya atau setelah Anda terserang flu.

Organisme mirip bakteri, Mycoplasma pneumoniae juga dapat menyebabkan pneumonia. Ini biasanya menghasilkan gejala yang lebih ringan daripada jenis pneumonia lainnya.

Ada juga pneumonia akibat jamur. Jenis pneumonia karena jamur ini paling umum pada orang dengan masalah kesehatan kronis atau sistem kekebalan yang melemah. Jamur yang menyebabkannya dapat ditemukan di tanah atau kotoran burung dan bervariasi tergantung pada lokasi geografis.

Pneumonia juga bisa disebabkan oleh virus. Beberapa virus yang menyebabkan pilek dan flu juga dapat menyebabkan pneumonia. Virus adalah penyebab paling umum pneumonia pada anak di bawah 5 tahun. Pneumonia karena virus biasanya ringan. Tetapi dalam beberapa kasus bisa menjadi sangat serius.

Sementara gejala pneumonia dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Gejala-gejala yang muncul tersebut tergantung pada faktor-faktor seperti jenis kuman penyebab infeksi, usia, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Tanda dan gejala ringan seringkali mirip dengan gejala flu atau pilek, tetapi mereka bertahan lebih lama. Mayo Clinic menuliskan tanda dan gejala pneumonia sebagai berikut:

- Nyeri dada saat bernapas atau batuk

- Kebingungan atau perubahan kesadaran mental yang terjadi pada orang dewasa usia 65 dan lebih tua

- Batuk, yang bisa menghasilkan dahak

- Kelelahan

- Demam, berkeringat dan menggigil kedinginan

- Suhu menjadi lebih rendah dari suhu normal yang seringkali terjadi pada orang dewasa yang berusia lebih dari 65 tahun dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah

- Mual, muntah atau diare

- Sesak napas

Sementara, bayi dan anak-anak sering kali tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi paru-paru ini. Akan tetapi, mereka dapat muntah, demam dan batuk, tampak gelisah atau lelah dan tanpa energi, hingga mengalami kesulitan bernapas dan makan.

Segera temui dokter apabila Anda menemukan gejala-gejala pneumonia tersebut pada anak, keluarga, atau kerabat Anda.

American Lung Association menulis dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan, melakukan pemeriksaan fisik, dan menjalankan beberapa tes untuk mendiagnosa pneumonia. Pasalnya, pneumonia sering kali memiliki gejala yang sama dengan penyakit lain dan mengakibatkan kerancuan.

Pada umumnya, dokter akan meminta Anda untuk mengikuti serangkaian tes termasuk tes darah untuk mengonfirmasi dan mengidentifikasi kuman, rontgen dada untuk mencari lokasi infeksi paru-paru, oksimetri nadi untuk mengukur tingkat oksigen dalam darah, dan tes dahak pada sampel lendir.

Jika Anda memiliki masalah kesehatan sebelumnya, hal tersebut dapat memperburuk pneumonia. Healthline menuliskan kondisi-kondisi parah ini termasuk gagal jantung kongestif dan emfisema. Untuk orang-orang tertentu, pneumonia meningkatkan risiko terkena serangan jantung.

Dengan pengenalan dan pengobatan yang tepat, banyak kasus pneumonia dapat disembuhkan tanpa adanya kasus komplikasi. Disarankan untuk tidak menghentikan konsumsi obat antibiotik. Pasalnya, menghentikannya lebih awal dapat menyebabkan infeksi yang tidak benar-benar hilang. Artinya, pneumonia dapat kembali lagi menyerang Anda.

Pneumonia virus sering sembuh dalam satu hingga tiga minggu dengan perawatan di rumah. Dalam beberapa kasus, Anda mungkin memerlukan antivirus.

Bagaimana Mencegah Pneumonia?

Menurut CDC, lebih dari 250.000 orang setiap tahun harus mencari perawatan di rumah sakit karena pneumonia di Amerika Serikat. Sayangnya, sekitar 50.000 orang meninggal akibat penyakit ini setiap tahun di Amerika Serikat.

Vaksin dan perawatan yang tepat seperti antibiotik dan antivirus dapat mencegah banyak dari kematian ini. Dilansir dari Mayo Clinic, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah pneumonia:

Pertama, dapatkan vaksinasi. Vaksin tersedia untuk mencegah beberapa jenis pneumonia dan flu. Bicarakan dengan dokter tentang vaksin ini. Pedoman vaksinasi telah berubah dari waktu ke waktu jadi pastikan untuk meninjau status vaksinasi Anda dengan dokter bahkan jika Anda ingat sebelumnya menerima vaksin pneumonia.

Kedua, pastikan anak-anak mendapatkan vaksinasi. Dokter merekomendasikan vaksin pneumonia yang berbeda untuk anak-anak yang lebih muda dari usia 2 tahun dan untuk anak-anak usia 2 hingga 5 tahun yang berisiko khusus penyakit pneumokokus. Selain itu, dokter juga merekomendasikan suntikan flu untuk anak di atas 6 bulan.

Ketiga, lakukan kebiasaan menjaga kebersihan yang baik. Untuk melindungi diri Anda dari infeksi pernapasan yang terkadang menyebabkan pneumonia, cuci tangan Anda secara teratur atau gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.

Keempat, hindari kebiasaan merokok sebab dapat merusak pertahanan alami paru-paru Anda terhadap infeksi pernapasan.

Kelima, pertahankan sistem kekebalan yang kuat. Hal ini dapat ditempuh dengan tidur yang cukup, berolahraga secara teratur, dan makan makanan yang sehat.

Baca juga artikel terkait GEJALA PNEUMONIA atau tulisan lainnya dari Dinda Silviana Dewi

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Yantina Debora