Kenali 4 Penyebab Rambut Rontok: Stres Hingga Kurang Protein

Oleh: Budwining Anggraeni Tiyastuti - 26 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
Mengenal penyebab rambut rontok, mulai dari kurang protein, stres, produk tidak cocok, hingga produk yang dipakai tidak cocok.
tirto.id - Kerontokan rambut merupakan suatu masalah kecil tetapi sering menganggu. Baik laki-laki maupun perempuan tak luput dari permasalahan ini. Kerontokan rambut yang parah dapat menyebabkan kebotakan.

Melansir Heatlhline, orang dewasa sangat normal apabila kehilangan antara 50 sampai 100 helai rambut dalam sehari. Dengan sekitar 100.000 rambut di kepala, kerontokan kecil seperti itu itu tak akan terlihat.

Rambut baru biasanya akan menggantikan rambut yang rontok. Kerontokan rambut bisa terjadi secara bertahap selama bertahun-tahun atau terjadi secara tiba-tiba dan bisa bersifat permanen atau sementara.

Untuk menghindari kebotakan dini, kenali 4 penyebab kerontokan pada rambut berikut ini:

1. Kurang protein

Memperhatikan asupan makanan juga penting bagi kesehatan rambut. Salah satunya adalah memperhatikan asupan protein.

Menurut American Academy of Dermatology, jika protein yang ada dalam makanan yang masuk tidak mencukupi, maka tubuh akan merespons dengan membagi protein yang ada dan mematikan pertumbuhan rambut agar seluruh bagian tubuh mendapat asupan protein.

Apabila seseorang tidak mengonsumsi cukup protein selama 2- 3 bulan, kerontokan rambut akan mulai terlihat.

The U.S Dietary Guidelines seperti dikutip laman Harvard menyatakan, orang dewasa harus mengonsumsi minimal 10 persen kalori hariannya dengan protein. Daging, telur, dan ikan merupakan contoh sumber protein yang dapat dikonsumsi sebagai pencegahan terjadinya kerontokan rambut.

Untuk vegetarian, protein dapat dipenuhi dengan menambah konsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian.

2. Stres

Stres emosional cenderung menyebabkan lebih banyak kerontokan rambut daripada stres fisik, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa stres secara fisik juga menyebabkan kerontokan rambut, misalnya saat seseorang sedang dalam proses perceraian, setelah kematian orang yang dicintai, atau saat merawat orang yang sudah tua.

Dilansir dari laman Cosmopolitan, stres membuat kadar androgen (hormon pria) naik dan menyebabkan kerontokan rambut. Tak hanya itu, stres juga dapat memicu permasalahan kulit kepala, seperti ketombe, menggangu kebiasaan makan, serta mengacaukan sistem pencernaan yang akan berdampak negatif pada rambut.

Untuk mengatasi stres emosional dan fisik serta kecemasan, kegiatan seperti berolahraga dan berkonsultasi dengan psikolog dapat menjadi solusi.


3. Produk Rambut yang Tidak Cocok

Pemilihan produk kepala juga penting untuk menjaga kesehatan rambut. Sering mewarnai rambut, menggunakan produk bleaching, gaya rambut yang terlalu ekstrem, pengunaan alat-alat untuk styling rambut, serta hair spray dapat memicu kerontokan rambut.

Hal-hal tersebut dapat memengaruhi akar rambut dan sangat mungkin menyebabkan rambut tidak tumbuh kembali.

Tak hanya itu, terlalu sering keramas dan menyisir rambut serta menggosok rambut basah sampai kering juga memengaruhi kesehatan rambut.

Menggunakan sampo yang sesuai dengan kondisi kulit kepala sangat berpengaruh bagi kesehatan akar rambut.

4. Kurang Zat Besi

Salah satu penyebab paling umum kerontokan rambut adalah kekurangan zat besi. Zat besi sangat dibutuhkan untuk menghasilkan protein sel rambut.

Melansir Health, hampir satu dari 10 wanita berusia 20 sampai 49 tahun menderita anemia karena kekurangan zat besi yang merupakan penyebab mudahnya rambut rontok. Selain rambut rontok, gejala anemia lainnya karena kekurangan zat besi adalah kelelahan, sakit kepala, pusing, kulit pucat, serta tangan dan kaki dingin.

Mengonsumsi suplemen yang mengandung zat besi dapat dijadikan solusi bagi penderita kerontokan rambut. Tak hanya itu, daging merah, kuning telur, ikan, sayuran berdaun gelap atau hijau, kacang-kacangan, buah kering (plum atau kismis) dapat diperbanyak dikonsumsi untuk menambah zat besi yang masuk dalam tubuh.


Baca juga artikel terkait RAMBUT RONTOK atau tulisan menarik lainnya Budwining Anggraeni Tiyastuti
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Budwining Anggraeni Tiyastuti
Penulis: Budwining Anggraeni Tiyastuti
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno
DarkLight