Kenaikan Kasus COVID-19, Epidemiolog Griffith: Didominasi BA.5

Reporter: Farid Nurhakim, tirto.id - 20 Jul 2022 16:35 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman prediksi masa rawan dari gelombang empat di Indonesia ini sampai Oktober 2022.
tirto.id - Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengatakan bahwa penyebab kenaikan kasus COVID-19 akhir-akhir ini di Indonesia karena subvarian Omicron BA.5 dan bukan BA.2.75 atau yang kerap disebut sebagai Centaurus.

“Ini masih didominasi oleh BA.5,” tutur dia saat dihubungi Tirto pada hari Rabu (20/7/2022).

Menurut Dicky, adanya Centaurus di Indonesia akan berpotensi memperpanjang durasi gelombang COVID-19. “Oleh sebabnya, saya prediksi masa rawan dari gelombang empat di Indonesia ini sampai Oktober,” sambung dia.

Dicky juga menjelaskan mengapa saat ini BA.5 masih mendominasi di Indonesia. Alasannya karena subvarian Omicron tersebut ditemukan lebih awal ketimbang subvarian lain misalnya BA.2.75 dan BA.5 memiliki kelebihan yaitu cepat menginfeksi seseorang.

“Nah perlu waktu kan untuk BA.2.75 untuk menjadi kontributor dari penyebab peningkatan kasus,” kata dia.

Hal itu, beber Dicky, juga dialami dan terlihat di berbagai negara. “Tapi setidaknya dalam kurun paling lambat sebulan ke depan, saya prediksi BA.2.75 akan mendominasi,” ucap dia.

Kemudian Dicky memprediksi bahwa masa kritis ini akan bisa dialami dalam gelombang empat di Indonesia sekarang sampai awal Oktober 2022. Karena ketika BA.5 sudah mendekati puncak atau di puncak, bersamaan dengan itu, BA.2.75 juga akan mulai mendominasi serta bisa mereinfeksi.

Sementara itu, Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono menyebut penyebab kenaikan kasus COVID-19 akhir-akhir ini karena BA.4, BA.5, dan BA.2.75. Dia menerangkan, karena ketiga subvarian Omicron ini sudah masuk ke Indonesia.

“Tapi tidak usah cemas, enggak ada efeknya pada [angka] hospitalisasi dan [angka] kematian,” pungkas dia kepada Tirto, Rabu (20/7/2022) siang.

Di samping itu, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengumumkan penambahan kasus hingga mencapai sekitar 5 ribu atau tepatnya 5.085 kasus pada Selasa (19/7/2022). Jumlah ini merupakan tertinggi pada bulan Juli 2022 dan tertinggi sejak Maret 2022 atau saat gelombang Omicron melanda. Total angka COVID-19 sejak 2 Maret 2020 hingga kemarin secara kumulatif sebanyak 6.143.431.

Kasus aktif kemarin mengalami kenaikan sebanyak 2.483. Jumlah kenaikan ini lebih banyak dari hari sebelumnya yaitu 956. Secara kumulatif, kasus aktif kemarin sebanyak 30.989.

Kasus kematian akibat COVID-19 pun bertambah 6 kemarin. Jumlah penambahan ini lebih sedikit hari sebelumnya yaitu 10. Secara kumulatif total kematian akibat COVID-19 hingga kemarin sebanyak 156.865.


Baca juga artikel terkait LONJAKAN KASUS COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Farid Nurhakim
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Restu Diantina Putri

DarkLight