Kementerian Pertanian Fokus Alih Fungsi Rawa Jadi Lahan Produktif

Oleh: Hendra Friana - 6 November 2018
Amran mengatakan, jumlah lahan produktif untuk pertanian di Indonesia semakin berkurang dan beralih fungsi menjadi jalan, pabrik hingga perumahan.
tirto.id - Kementerian pertanian tengah fokus melakukan intensifikasi rawa sebagai lahan produktif untuk pertanian. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan, pemerintah bakal memperluas program alih fungsi tersebut ke beberapa daerah di Indonesia.

Keseriusan pemerintah untuk mengubah rawa jadi lahan gambut itu juga pernah ditegaskan dalam puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS), 18 Oktober lalu, yang digelar di tengah rawa yang telah beralih menjadi lahan pertanian.

Apalagi, kata Amran, jumlah lahan produktif untuk pertanian di Indonesia semakin berkurang dan beralih fungsi menjadi jalan, pabrik hingga perumahan.

"Kita fokus pertama arahan pak menko [Menko Ekonomi], ternyata HPS kemarin dianggap berhasil rawa itu. Rawa kita fokus garap yang dulunya tidur, rawa tidur kita bangunkan," ujar Amran di kementerian pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2018).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memang sempat mengakui bahwa alih fungsi lahan di Indonesia cukup besar dalam lima tahun terakhir. Hal ini mempengaruhi produktivitas pertanian di Indonesia terutama untuk komoditas beras.

Dengan menyitir data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Informasi Geospasial (BIG), ia menyebut alih fungsi lahan sawah baku sebanyak 650 ribu hektar terjadi dalam kurun 2013 hingga 2018. Imbasnya, pemerintah harus mengandalkan stok beras yang diimpor dari luar negeri.

Karena itu lah, menurut Amran, program pemanfaatan rawa untuk lahan pertanian tersebut akan makin digemborkan.

"Kita akan ubah sebanyak-banyaknya, kan, nanti kita lihat. Baru mau dibuat (rancangannya) dan kalau itu jadi luar biasa. Kan Anda lihat kan rawa kita bangun," pungkas Amran.


Baca juga artikel terkait LAHAN PERTANIAN atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight