Kementerian Pertanian Dorong Ekspor Ayam untuk Perbaiki Harga

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 8 April 2019
Harga ayam hidup sempat turun di harga Rp10.000/kilogram.
tirto.id - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian tengah berupaya mendorong ayam dari peternak Indonesia bisa menembus pasar ekspor.

Pasalnya, harga ayam hidup terpantau sempat turun di harga Rp10.000/kilogram, sementara biaya produksi ayam per kilonya mencapai Rp19.500.

Menurut informasi dari Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan), hal ini terjadi karena adanya over supply di pasaran.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita mengatakan, tujuan ekspor itu untuk mencegah terjadinya over supply ayam di dalam negeri. Di mana, over supply ini dianggap sebagai penyebab terjungkalnya harga ayam.

“Saya ingin secepatnya bisa ekspor produk unggas agar kita tidak berebut [konsumen] di pasar/lahan becek,” ujar Ketut ditemui di Gedung Joang, Jakarta Pusat, Senin (8/2019).

Cara ini, lanjut dia, diharapkan bisa mencegah terjadinya penurunan harga yang kerap melanda mana kala produksi ayam nasional berlebih.

“Bagaimana kita menata, mengkaji ulang sistem perunggasan Indonesia ini. Kita tidak mau judulnya itu-itu saja, harga live birds [ayam hidup] dan harga telur,” tegas dia.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Pinsar Jateng Parjuni mengklaim sudah rugi Rp1,4 miliar dalam tujuh bulan selama menjual ayam hidup.

Parjuni menjelaskan, beban yang dialami peternak begitu berat mulai dari kenaikan harga pangan, harga DOC (bibit ayam) yang mahal sampai over supply yang membuat harga ayam hidup tidak bisa dijual mahal.

"Ya hitung saja dalam tujuh bulan saya rugi. Per bulannya saya rugi Rp200 juta, sampai sekarang ya saya rugi Rp1,4 miliar," jelas dia di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat Rabu (27/3/2019).


Baca juga artikel terkait EKSPOR AYAM atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight