Kemenko Maritim: 80 Persen Ikan di Laut Indonesia Makan Plastik

Oleh: Herdanang Ahmad Fauzan - 26 November 2019
Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi mengklaim bahwa 80 persen dari ikan di laut Indonesia terkontaminasi sampah plastik.
tirto.id - Deputi Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Safri Burhanuddin mengklaim, per 2019 ini, pihaknya menemukan sekitar 80 persen dari ikan di laut Indonesia terkontaminasi sampah plastik. Angka ini, menurut Safri melonjak drastis dibanding lima hingga enam tahun lalu.

"Tahun 2013 temuan kami hampir 30 persen; tiga dari sepuluh ikan terkontaminasi sampah plastik. Tapi terakhir angkanya sudah melonjak. Delapan dari 10 ikan di laut kita sekarang mengonsumsi sampah plastik," ujar Safri saat ditemui Tirto di kawasan Rasuna, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2019).

Safri menambahkan, data ini bukan dia beberkan untuk menakut-nakuti masyarakat agar tidak makan ikan. Justru sebaliknya, dia mengimbau agar masyarakat tidak buang sampah sembarangan.

"Bukan berarti kampanye makan ikan harus berhenti. Sebaliknya, ini momentum supaya masyarakat tergerak: ayo kita jaga supaya ikan-ikan ke depan tidak bernasib sama. Supaya orang Indonesia bisa lebih banyak makan ikan," sambungnya.

Menurut Safri, cepat atau lambat semua sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat pasti akan bermuara ke sungai dan laut. Entah karena terbawa hujan atau faktor lain. Untuk itu--apapun alasannya--menurut dia cara terbaik menyelamatkan laut dan perikanan Indonesia adalah "memulai dari diri masing-masing."

"Dari yang sederhana deh, misal kalau ngerokok puntungnya jangan dibuang sembarangan. Kita ini kan kebiasaan buang ke kanan ke kiri," tukasnya.

Argumen Safri diamini Osha Ombasta, Polar UP2M Teknik Sipil dan Lingkungan, Departemen Teknik Sipil Universitas Indonesia. Menurutnya, nasib laut dan perikanan Indonesia kini di tangan masyarakat sendiri.

Osha lantas mendorong agar edukasi peduli dan membuang sampah pada tempatnya dimulai sejak dini.

"Karena yang namanya kebiasaan itu butuh waktu. Dan saat paling tepat untuk membiasakan perilaku seseorang adalah sejak anak-anak," tandasnya.


Baca juga artikel terkait SAMPAH PLASTIK atau tulisan menarik lainnya Herdanang Ahmad Fauzan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Herdanang Ahmad Fauzan
Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Widia Primastika
DarkLight