Menuju konten utama

Kemenkes Laporkan 29 Kasus Hepatitis Akut: 13 Sembuh & 7 Meninggal

Kemenkes mencatat 5 anak dengan status 1 probable dan 4 pending classification hepatitis akut misterius masih dirawat.

Kemenkes Laporkan 29 Kasus Hepatitis Akut: 13 Sembuh & 7 Meninggal
Ilustrasi hepatitis. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan 29 kasus suspek (dugaan) hepatitis akut berat yang belum diketahui penyebabnya atau misterius per Senin, 20 Juni 2022.

“Jumlah kasus total 29 pasien dengan klasifikasi 13 probable, 15 pending classification, 0 epi-linked,” kata Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril kepada reporter Tirto, Senin (20/6/2022) malam.

Mengutip dari laman resmi Kemenkes, probable hepatitis akut (virus non hepatitis A-E) yakni pada saat pemeriksaan laboratorium tidak ada hepatitis A-E, Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) atau Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) di atas 500 internasional unit per liter (IU/L) dan berusia di bawah 16 tahun.

Lalu pending classification artinya sedang menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk hepatitis A-E, tetapi pasien ini sudah tinggi SGOT maupun SGPT nya yakni di atas 500 IU/L, dengan usia di bawah 16 tahun. Sedangkan epi-linked yaitu hepatitis akut (virus non hepatitis A-E) terjadi di segala usia dan kontak erat dengan kasus probable.

Kemenkes juga melaporkan 7 anak meninggal, terdiri dari 4 probable dan 3 pending classification hepatitis akut. Kasus aktif atau pasien yang masih dirawat sebanyak 5 anak dengan status 1 probable dan 4 pending classification.

Kemudian, pasien sembuh atau sudah dipulangkan sebanyak 13 anak dengan status 9 probable dan 4 pending classification. Sementara 4 anak lainnya pulang paksa dengan status 2 pending classification.

“7 meninggal, 5 masih dirawat, 13 sembuh/dipulangkan, 4 pulang paksa,” tutur Syahril.

Baca juga artikel terkait HEPATITIS AKUT atau tulisan lainnya dari Farid Nurhakim

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Gilang Ramadhan