Kemenkes Laporkan 25 Suspek Hepatitis Akut Misterius, 6 Meninggal

Reporter: Farid Nurhakim - 10 Jun 2022 15:10 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Dari 25 kasus suspek, enam di antaranya meninggal, 11 masih dirawat, 6 sembuh/dipulangkan, 2 pulang paksa.
tirto.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan bahwa sampai kemarin, (9/6/2022) pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) terdapat 25 kasus suspek (dugaan) hepatitis akut berat yang belum diketahui penyebabnya atau misterius terhadap anak Indonesia. Dari 25 kasus tersebut, terdapat 9 probable dan 16 pending classification.

“Rilis data harian per tanggal 9 Juni 2022 pukul 16.00 WIB: jumlah kasus total 25 pasien dengan klasifikasi 9 probable, 16 pending classification,” kata Juru Bicara atau Jubir Kemenkes, Mohammad Syahril kepada Tirto, Jumat (10/6/2022) siang.

Mengutip dari laman resmi Kemenkes, probable yaitu hepatitis akut (virus non hepatitis A-E), yakni pada saat pemeriksaan laboratorium tidak ada hepatitis A-E, Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) atau Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) di atas 500 internasional unit per liter (IU/L), dan berusia di bawah 16 tahun.

Lalu pending classification artinya sedang menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk hepatitis A-E, tetapi pasien ini sudah tinggi SGOT maupun SGPT nya yakni di atas 500 IU/L, dengan usia di bawah 16 tahun.

Kemenkes juga melaporkan adanya 6 anak yang meninggal dengan 3 probable dan 3 pending classification. Selain itu, pasien yang masih dirawat ada 11, adapun yang sembuh atau sudah dipulangkan ada 6 dengan 3 probable dan 3 pending classification, serta 2 anak pulang paksa dengan status 2 pending classification.

“Enam meninggal, 11 masih dirawat, 6 sembuh/dipulangkan, 2 pulang paksa,” tutur Syahril.

Untuk sebaran provinsi dari 25 kasus suspek itu, ada 1 pending classification di Sumatera Utara (Sumut), 1 pending classification di Riau, 1 probable di Jambi, 1 pending classification di Kepulauan Bangka Belitung (Babel), 1 probable dan 1 pending classification di Sumatera Barat (Sumbar), 4 probable dan 1 pending classification di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Kemenkes juga mencatat 1 pending classification di Jawa Barat (Jabar), 1 pending classification di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), 1 probable dan 1 pending classification di Jawa Tengah (Jateng), 1 pending classification di Jawa Timur (Jatim), 2 probable di Bali, 1 pending classification di Kalimantan Barat (Kalbar), 1 pending classification di Kalimantan Timur (Kaltim), 1 pending classification di Sulawesi Barat (Sulbar), 1 pending classification di Sulawesi Selatan (Sulsel), 2 pending classification di Sulawesi Utara (Sulut), dan 1 pending classification di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Dari data tersebut, Kemenkes mencatat terdapat 17 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Dengan kelompok usia 0-5 tahun 13 anak, 6-10 tahun 7 anak, dan 11-16 tahun 5 anak.

Di samping itu, gambaran gejala hepatitis akut berat misterius yang ditemukan di Indonesia yaitu karena demam sebanyak 76 persen, muntah 76 persen, penyakit kuning 68 persen, mual 64 persen, hilang napsu makan 60 persen, nyeri bagian perut 40 persen, kelelahan 40 persen, perubahan warna urin seperti teh 40 persen, dan diare akut 28 persen.



Baca juga artikel terkait HEPATITIS AKUT atau tulisan menarik lainnya Farid Nurhakim
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Restu Diantina Putri

DarkLight