Kemenkes: Hipertensi Itu Bisa Diam-Diam Mematikan

Oleh: Alfian Putra Abdi - 17 Mei 2019
Kemenkes mengatakan hipertensi sebagai penyakit silent killer atau diam-diam mematikan karena banyak penderita yang tidak menyadari mengidap penyakit tersebut.
tirto.id - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan bahwa hipertensi merupakan tipikal penyakit yang diam-diam mematikan atau silent killer. Tidak semua penderitanya bisa merasakan gejala sedang mengidap penyakit tersebut.

"Ada yang tekanan darahnya lebih dari 140 sampai 160 tapi tidak mengeluh, merasa dirinya baik-baik saja," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Cut Putri Arianie dalam rangka Hari Hipertensi Sedunia di kantor Kemenkes RI, Jakarta Selatan, Jumat (17/5/2019).

Merujuk pada data Riskesdas pada tahun 2013, ia mengatakan ada 25,8 persen masyarakat yang melakukan pengukuran tekanan darah; 9,5 persen pergi ke dokter untuk diagnosis; dan 0,7 persennya mau minum obat.

Namun ada perubahan jika dibandingkan dengan data Riskesdas 2018. Ia mengatakan terdapat 34,1 persen masyarakat yang melakukan pengukuran tekanan darah; 8,8 persen pergi ke dokter untuk diagnosis; dan 4,7 persennya mau minum obat.

"Artinya ada yang sudah tahu punya hipertensi tapi tidak lanjut ke dokter. Ada juga yang malas ke dokter karena terkendala jarak," ujarnya.

Sementara itu Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Anung Sugihantono mengatakan penting agar setiap individu melakukan kontrol pada dirinya sendiri.

Mulai berhenti merokok, menjaga diet sehat, rajin bergerak, dan pintar mengelola stres. Hal itu dilakukan untuk menjaga tekanan darahnya agar tetap stabil di bawah 140.

"Semoga di bulan Hipertensi ini masyarakat lebih aware, karena bisa saja kita merasa tidak memiliki hipertensi tapi justru sebaliknya, perlu deteksi dini yang dilakukan mandiri atau ke fasyankes," pungkasnya.


Baca juga artikel terkait HARI HIPERTENSI SEDUNIA atau tulisan menarik lainnya Alfian Putra Abdi
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight