Kemenkes Cairkan Insentif Nakes Rp5,8 T Periode Januari-Juli 2021

Oleh: Irwan Syambudi - 2 September 2021
Dibaca Normal 1 menit
Pencairan insentif kepada tenaga kesehatan dari alokasi dana Kementerian Kesehatan berbeda-beda waktunya bergantung waktu pengajuan.
tirto.id - Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kemenkes Kirana Pritasari mengatakan pembayaran insentif tenaga kesehatan selama 2021 tidak ada penunggakan.

“Untuk [insentif nakes] yang tahun 2021 ini sudah dibayarkan sebesar Rp5,865 triliun,” kata Kirana saat memberikan keterangan pers secara virtual, Kamis (2/9/2021).

Pembayaran insentif sebesar Rp5,865 triliun terhitung sejak Januari-Juli 2021. Setiap bulan, kata Kirana, jumlah nakes yang mendapatkan insentif berbeda-beda. Rata-rata setiap bulan Kemenkes mengeluarkan Rp850 miliar untuk pembayaran insentif.

“Ini memang tidak selalu sama jumlah fasilitas kesehatan atau nakesnya. Ini bergantung ketepatan waktu pengajuan, kemudian saat kasus itu ada peningkatan atau tidak,” kata Kirana.

Jika dalam periode tertentu kasus COVID-19 meningkat maka tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan semakin banyak. Dengan demikian insentif yang dibayarkan pun menjadi semakin tinggi.

Jika dilihat berdasarkan data dari Januari-Juli 2021. Pembayaran insentif tertinggi terjadi pada bulan Juni-Juli saat terjadi gelombang lonjakan COVID-19. Total insentif yang dibayarkan pada Juni sebesar Rp881 miliar dan bulan Juli sebesar Rp907 miliar.

Sementara jika dilihat berdasarkan faskes, insentif terbanyak diberikan untuk nakes di faskes rumah sakit swasta.

“Terbesar memberikan pelayanan adalah rumah sakit swasta yang memberikan pelayanan untuk COVID ini jumlahnya cukup besar, sehingga insentif yang dibayarkan kepada nakes di rumah sakit swasta juga alokasinya menjadi besar,” katanya.

Total ada 490.309 nakes di 12.381 rumah sakit swasta yang mendapatkan insentif dengan nilai total Rp3,3 triliun selama periode 2021 ini.

Sementara itu terkait tunggakan insentif nakes pada periode Maret-Desember 2020 , Kirana mengatakan sampai dengan saat ini hampir seluruhnya sudah dibayarkan. Dari pagu Rp1,48 triliun sudah dibayarkan Rp 1,469 triliun, sehingga sudah terealisasi 99,3 persen.



Baca juga artikel terkait TENAGA KESEHATAN atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Zakki Amali
DarkLight