Kemenkes: 65 persen Pelaku Perjalanan Luar Negeri Belum Divaksin

Oleh: Irwan Syambudi - 10 September 2021
Dibaca Normal 1 menit
Kementerian Kesehatan meminta kepada pelaku perjalanan dari luar negeri agar vaksinasi dari negara asal sebelum masuk Indonesia.
tirto.id - Juru bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan masih banyak pelaku perjalanan dari luar negeri yang masuk ke Indonesia belum mendapatkan vaksinasi COVID-19.

"Diketahui 65 persen pelaku perjalanan dari luar negeri ini belum mendapatkan vaksinasi saat masuk khususnya di Jakarta," kata Nadia dalam Konferensi pers virtual, Jumat (10/9/2021).

Untuk itu Kemenkes mengimbau agar seluruh pelaku perjalanan dari luar negeri yang hendak masuk ke Indonesia terlebih dahulu melakukan vaksinasi dari negara asal.

"Hal ini tentunya agar dimaksudkan pelaku perjalanan dapat tetap terlindungi dalam perjalanan. kita melihat masih ada hasil yang positif [COVID-19 pelaku perjalanan] saat kita melakukan tes PCR kedua atau hari ketujuh karantina," ujarnya.

Berdasarkan data Kemenkes selama periode 1-31 Agustus 2021 terdapat 36.722 pelaku perjalanan dari luar negeri yang masuk Indonesia. Sebanyak 4,5 persen atau 1.652 di antaranya dinyatakan positif COVID-19. Mereka dinyatakan positif COVID-19 meski kata Nadia hasil pemeriksaan dari negara asalnya dinyatakan negatif.

Dalam periode tersebut, terdapat 5 negara asal kedatangan pelaku perjalanan yang menyumbang kasus positif cukup banyak di antaranya adalah Arab Saudi 15 persen, Malaysia 8 persen, Uni Emirat Arab 3 persen, Korea Selatan 2 persen, dan Jepang 2 persen.

Kemudian dalam periode 1-6 September 2021 dari total 7.179 orang pelaku perjalanan dari luar negeri terdapat 2,24 persen atau sekitar 180 dinyatakan positif COVID-19.

Dalam periode tersebut lima negara yang menyumbang kasus COVID-19 terbanyak adalah Arab Saudi 7 persen, Malaysia 7 persen, Turki 2 persen, Uni Emirat Arab 2 persen, dan Singapura 2 persen.


Baca juga artikel terkait VAKSIN COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Zakki Amali
DarkLight