Kemenhub Bangun Fasilitas Lima Pelabuhan di Sultra

- 31 Maret 2016
Dibaca Normal 1 menit
tirto.id - [caption id="attachment_4275" align="alignnone" width="1200"]
Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Indonesia, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (15/11). PT Pelabuhan Indonesia II optimis dapat meraup kepastian cashflow atau arus kas sebesar 246 juta dollar Amerika dari uang sewa JICT, Terminal Koja dan CT1 New Priok. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pras/15.
Ilustrasi pelabuhan. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.[/caption]

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membangun lima fasilitas pelabuhan untuk mendukung laju perekonomian di Sulawesi Tenggara (Sultra). Lima fasilitas pelabuhan di Sultra yang rencana akan dibangun antara lain Maligano (Kabupaten Muna), Wanci (Kabupaten Wakatobi), Bungkutoko (Kota Kendari), Molawe (Konawe Utara) dan Kota Baubau.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub JA Barata melalui siaran pers yang diterima di Kendari, Kamis (31/3/2016) mengatakan, "Kesemua program pembangunan pelabuhan itu, dalam rangka mendukung konektivitas pembangunan pada sektor transportasi laut yang dapat menggerakkan roda perekonomian di provinsi Sulawesi Tenggara."

Kemenhub berharap keberadaan lima pelabuhan di Sultra tersebut dapat menjadi penghubung masyarakat agar menumbuhkan perekonomian dan menekan disparitas harga antar daerah.

"Harapan pemerintah dengan pelabuhan itu meningkatkan konektivitas sebagai upaya mempersatukan Indonesia yang beraneka ragam, suku, budaya, dan bahasa. Sesuai dengan Nawa Cita pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah daerah dan desa dengan kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar JA Barata.

Berikut lima fasilitas pelabuhan yang dibangun di Sultra:

Pelabuhan Maligano Muna

Barata menjelaskan pembangunan fasilitas di Pelabuhan Maligano Kabupaten Muna ditujukan sebagai prasarana kapal perintis dengan tujuan sebagai pelabuhan pengumpan lokal. Fasilitas dermaga yang dibangun seluas 70 x 8 m2, causeway (jalan lintas) 247 x 6 m2, dan pembangunan fasilitas darat.

Proyek tersebut dikerjakan selama 2011-2015 dengan nilai investasi kurang lebih Rp2 miliar.

Ke depan, Kemenhub berharap Pelabuhan Maliigano dapat disandari kapal hingga 1.000 tonase bobot mati (deadweight tonnage/DWT) dengan Faceline Dermaga-5 mLWS.

Pelabuhan Wanci Wakatobi

Sementara itu, Pelabuhan Wanci Kabupaten Wakatobi dimaksudkan sebagai prasarana kapal perintis pariwisata Kabupaten Wakatobi.

Pengembangan fasilitas Pelabuhan Wanci meliputi fasilitas dermaga seluas 70 x 8 m2 dan pembangunan fasilitas darat dengan investasi kurang lebih Rp21 miliar.

Pelabuhan Bungkutoko Kendari

Pelabuhan Bungkutoko Kota Kendari bermanfaat bagi pengembangan potensi daerah berupa destinasi wisata bahari dan difungsikan sebagai pelabuhan multifungsi.

Pelabuhan Bungkutoko tersebut meliputi fasilitas dermaga seluas 188 x 20 m2, dek dermaga (trestle) 206 x 8 m2, jalan lintas 150 x 8 m2, area darat 363 x 200 m2, dan pembangunan fasilitas darat.

Pelabuhan tersebut dibangun dengan nilai investasi kurang lebih Rp211 miliar dalam kurun waktu tahun 2009-2016.

Pelabuhan Molawe

Pelabuhan Molawe Kabupaten Molawe memiliki manfaat sebagai prasarana kapal perintis yang melintasi Sulawesi Tenggara. Pembangunan Pelabuhan Molawe meliputi pembangunan dermaga seluas 70 x 8 m2, trestke 29,5 x 8 m2, dan pembangunan fasilitas darat dengan anggaran seluruhnya Rp29 miliar lebih.

Pelabuhan Baubau

Sedangkan pelabuhan Baubau yang dibangun sejak tahun 2008-2015 dengan nilai investasi Rp268 miliar, memiliki dermaga A seluas 100 x 10 m2 dan dermaga B seluas 50 x 10 m2.

Selain itu, terdapat pembangunan dermaga penumpang seluas 160 x 12 m2, dermaga container 180 x 15 m2 dan lapangan penumpukan seluas 20.661 m2 dengan terminal penumpang seluas 780 m2. (ANT)




Baca juga artikel terkait BUNGKUTOKO KOTA KENDARI atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - )

Reporter: Agung DH
Penulis: