Menuju konten utama

Kemenag Harap Indeks Kepuasan Haji 2022 Meningkat dari Tahun Lalu

Musim haji tahun ini dimungkinkan berjalan lebih nyaman, lantaran jumlah jemaahnya yang hanya 100.051 atau setara 46 persen dari kuota normal.

Kemenag Harap Indeks Kepuasan Haji 2022 Meningkat dari Tahun Lalu
Jamaah melakukan shalat Jumat di Masjidil Haram dibawah suhu lebih dari 40 derajat celcius di Mekkah, Arab Saudi, Jumat (12/7/2019). ANTARA FOTO/Hanni Sofia/nz.

tirto.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, Nizar Ali menyebut Indeks Kepuasan Haji (IKH) tahun 1443 H/2022 M diharapkan akan meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Indeks Kepuasan Haji tahun ini hendaknya menjadi lebih tinggi dan peran MCH [Media Center Haji] sangat penting,” kata Nizar pada acara edukasi sekaligus Pembinaan MCH 1443 H/2022 M di Kantor Kemenag, Jakarta, Rabu (25/5/2022) dikutip dari laman resmi Kemenag.

Nizar menjelaskan bahwa MCH menjadi pusat kegiatan peliputan, informasi, dan publikasi tentang kegiatan penyelenggaraan ibadah haji baik di Indonesia maupun di Arab Saudi. Keberadaan MCH diharapkan dapat menjawab ekspektasi terkait layanan informasi, konfirmasi, serta edukasi publik.

“MCH selama ini terbukti berperan penting dalam proses penyelenggaraan ibadah haji. Misalnya, sukses layanan informasi pada peristiwa jatuhnya crane dan desak-desakan jemaah di Mina pada 2015, tidak terlepas dari peran penting MCH,” terang dia.

Menurut Nizar, musim haji tahun ini dimungkinkan berjalan lebih nyaman, lantaran jumlah jemaahnya tidak sebanyak kuota normal. Sehingga, pelaksanaan ibadah haji diperkirakan cukup longgar.

Dia menuturkan, kuota haji Indonesia tahun ini sebanyak 100.051 jemaah atau setara 46 persen dari kouta sebelum pandemi COVID-19. Pelaksanaan haji 2022 digelar dalam suasana pandemi COVID-19, diperkirakan juga dalam cuaca yang sangat panas.

Lanjut Nizar, keberadaan MCH juga sangat penting dalam mengedukasi jemaah beserta keluarganya akan pentingnya kepatuhan terhadap protokol kesehatan (prokes) dan disiplin dalam perilaku hidup sehat.

Lalu edukasi kepada masyarakat juga diperlukan antara lain dalam menginformasikan layanan fasilitas yang disiapkan pemerintah, peta lokasi perhajian, pola hidup dan tradisi di Arab Saudi, serta pentingnya menjaga keseimbangan ibadah dan kesehatan.

Dia pun menjelaskan bahwa tim MCH dan petugas lainnya juga mendapatkan hak untuk melaksanakan ibadah haji. Ini tentu menjadi kesempatan yang sangat mahal dan berharga, karena antrian jemaah haji yang demikian panjang.

“Musim haji tahun ini juga dihadapkan pada tantangan hoaks dan konten-konten tidak faktual yang justru seringkali viral di tengah masyarakat. MCH bisa menjadi wahana verifikasi dan konfirmasi terkait isu-isu faktual yang sebenarnya,” tutur Nizar.

Sebelumnya, diketahui IKH 1440H/2019 M sebesar 85,91 persen dan masuk dalam kategori sangat memuaskan. Capaian ini meningkat 0,68 poin dibandingkan tahun 2018 lalu yang berada pada angka 85,23.

Angka ini bahkan melampaui target kepuasan jemaah yang ditetapkan Kemenag pada rapat kerja nasional (rakernas) 2019, yaitu sebesar 85,30, sebagaimana dilansir dari laman resmi Kemenag.

Baca juga artikel terkait INDEKS KEPUASAN HAJI atau tulisan lainnya dari Farid Nurhakim

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Restu Diantina Putri