Menuju konten utama

Kemenag Amankan 150 Koper Jemaah Haji karena Bawa Air Zam-zam

Kemenag mengatakan, para jemaah haji melakukan berbagai cara agar dapat memasukkan air zam-zam dalam koper. 

Kemenag Amankan 150 Koper Jemaah Haji karena Bawa Air Zam-zam
Jemaah haji kloter empat asal Mandailing Natal mengantre mengambil air zam-zam di Asrama Haji Embarkasi Medan, Sumatra Utara, Kamis (22/9). Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan menyediakan 15.000 liter air zam-zam untuk dibagikan secara cuma-cuma sebanyak lima liter per orang yang tiba di Tanah Air. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/kye/16

tirto.id - Kementerian Agama (Kemenag) melaporkan sekitar 150 koper jemaah Kloter 1 Embarkasi Surabaya (SUB-01) terpaksa harus dikembalikan pihak maskapai kepada jemaah untuk dibongkar sendiri, karena kedapatan membawa air zam-zam.

Kepala Daerah Kerja Makkah, Subhan Cholid menerangkan, sejak kemarin pihak maskapai sudah mulai melakukan penimbangan bagi 15 kloter yang akan dipulangkan pada 17 Agustus 2019.

"Nah, pada hari ini ketika selesai dilakukan penimbangan, lalu bagasi itu dibawa ke gudang untuk di x-ray, itu ada satu truk koper dari Surabaya 1 kedapatan membawa cairan lalu kemudian dikembalikan ke hotel untuk dibongkar sendiri oleh jemaah," kata Subhan melalui Keterangan Tertulis, Jumat (16/8 /2019).

Kemudian ia mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada para jemaah agar tidak memasukkan zat cair ke dalam koper besar dalam jumlah yang banyak.

"Tiap tahun, zat cair yang dimaksud adalah air zam-zam," ucapnya.

Dirinya menerangkan, para jemaah haji melakukan berbagai cara agar dapat memasukkan air zam-zam dalam koper. Seperti, botol air zam-zam dibungkus dengan sajadah lima lapis, dibungkus kain ihram, dan sebagainya.

"Padahal percuma, pasti terdeteksi pada mesin x-ray," tuturnya.

Lebih lanjut, Subhan pun berharap hal ini dapat menjadi pelajaran bagi jemaah-jemaah lain yang akan melakukan penimbangan. Apalagi, kata dia, pemeriksaan tersebut masih awal, sehingga masih ada waktu untuk dikembalikan kepada jemaah, dan mereka membongkarnya sendiri.

"Tapi kalau nanti sedang masa puncak kepulangan, jangan harap akan begitu. Koper-koper itu akan dibongkar paksa saat pemeriksaan, dan air zam-zam itu akan dikeluarkan, dan tentunya tidak akan diangkut," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait PENYELENGGARAAN HAJI

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Siaran Pers
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Alexander Haryanto