Kekurangan Penggunaan E-Money di Indonesia

Oleh: Fahlemi Faradela - 19 Februari 2019
E-money bisa digunakan untuk membayar tagihan parkir, makanan, hingga transportasi umum.
tirto.id - Pemakaian e-money mulai populer di Indonesia. Sebagaimana dilansir Investopedia, e-money merupakan uang elektronik yang ada dalam sistem komputer perbankan dan tersedia untuk transaksi melalui sistem elektronik.

Transportasi umum telah menjadi sektor yang paling banyak mengadopsi e-money. Namun tidak hanya itu, e-money juga bisa digunakan untuk membayar tagihan parkir dan makanan.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), hingga September 2017, jumlah uang elektronik yang beredar di masyarakat sebanyak 71.783.618. Hingga bulan yang sama, volume transaksi uang elektronik telah mencapai Rp817.366 miliar, dengan 67,55 juta transaksi. BI juga mencatat ada 486.039 reader (mesin pembaca) uang elektronik.

Jumlah uang elektronik yang sudah beredar hingga November 2017 mencapai 113 juta instrumen berjenis e-money ataupun e-wallet.

Jumlah ini meningkat signifikan dari posisi awal 2017 yang hanya 52 juta instrumen uang elektronik. Jumlah itu mencakup 26 jenis uang elektronik yang dikeluarkan oleh 26 perusahaan penerbit berbeda.

Akan tetapi ada beberapa kekurangan pemakaian e-money di Indonesia.

1. Sinyal harus stabil jika ingin melakukan transaksi.
Karena e-money berbasis internet, maka ketika melakukan sebuah transaksi sinyal ponsel anda harus stabil. Kegagalan transaksi terkadang menimbulkan masalah baru.

2. Belanja mengunakan e-money lebih boros.
Kemudahan melakukan transaksi mengunakan handphone ini memanjakan para pengguna untuk bisa melakukan transaksi di mana pun dan kapan pun. Jadi, para penguna e-money bisa dengan mudah mengeluarkan uang tanpa harus bertransaksi melalui ATM.

3. E-money kurang aman.
Dari segi keamanan e-money hadir tanpa dilengkapi dengan fitur keamanan. Jadi apabila Anda kehilangan handphone, maka isi saldo tidak akan bisa dibekukan dan bisa dengan mudah digunakan orang lain.

4. Tidak semua minimarket bisa bertransaksi mengunakan e-money.
Penggunaan uang elektronik kadang-kadang bisa menyebalkan. Saat membeli barang di minimarket misalnya, proses transaksi dengan uang elektronik justru lebih lama dibandingkan membayar tunai sebab belum semua minimarket siap dengan pembayaran elektronik.


Baca juga artikel terkait E-MONEY atau tulisan menarik lainnya Fahlemi Faradela
(tirto.id - Ekonomi)

Penulis: Fahlemi Faradela
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight