Kekuatan Militer India pada 2020, Saat Konflik dengan China Memanas

Oleh: Mochammad Ade Pamungkas - 19 Juni 2020
Dibaca Normal 1 menit
Konflik India vs China memanas pada 2020. India ternyata sudah bersiap memodernisasi kekuatan militernya sejak 2012.
tirto.id - Wilayah perbatasan India dan China memanas pada pekan ini. Sengketa klaim wilayah yang sudah berpuluh tahun terjadi mengalami eskalasi dan berujung pada konfrontasi fisik antara tentara India vs China pada 15 Juni 2020.

Bentro tentara China vs India terjadi di perbatasan Himalaya, tepatnya Lembah Galwan di Ladakh. Konfrontasi fisik itu mengakibatkan setidaknya 20 tentara India tewas dan 76 orang lainnya luka-luka. Hingga 19 Juni 2020, China belum mengumumkan secara resmi dampak bentrokan di pihak mereka, tetapi diyakini korban jiwa ada di kedua kubu.

Sejak 1967, India dan China memang mematuhi kesepakatan bahwa tentara kedua negara tidak akan melakukan baku tembak di perbatasan, sekalipun kerap terjadi gejolak. Sebagaimana dikutip Aljazeera, seorang sumber dari pemerintah India menyatakan, hingga saat ini belum terjadi baku tembak maupun penumpukan pasukan di perbatasan kedua negara.

Meskipun demikian, insiden pada 15 Juni malam merupakan konfrontasi militer paling mematikan antara India vs China dalam 45 tahun terakhir. Perang kedua negara pernah terjadi pada 1962.

Perseteruan India vs China kali ini menarik perhatian dunia mengingat dua negara padat penduduk tersebut sama-sama mempunyai senjata nuklir. Di kancah global, kekuatan militer India dan China benar-benar diperhitungkan.

Kekuatan militer China selama ini sudah kerap disorot. Lalu bagaimana dengan kapasitas tempur militer India?


Prediksi Kekuatan Militer India

Sejak tahun 2012, Angkatan Bersenjata India mulai mempersiapkan diri untuk modernisasi militer dengan tujuan menjadi salah satu kekuatan dominan di dunia pada 2020.

Perencanaan itu diulas dalam publikasi karya Komodor Udara Zia Ul Haque Shamsi yang diterbitkan oleh Australian Defense College, berjudul Indian Air Force Modernization Plan of 2020: Challenges for Regional Air Forces.

Menurut Zia, untuk merealisasikan rencana tersebut, India meletakkan fokus pada 2 hal. Pertama, India meningkatkan kegiatan riset dan pengembangan produksi senjata militer modern. Sementara yang kedua, India mempersiapkan militernya dalam menghadapi lawan potensial yang kuat.

Bedasarkan data 2020 Military Strength Ranking yang dikeluarkan Global Fire Power, India berada di posisi ke empat dunia sebagai pemilik militer terkuat di antara 138 negara.

Dengan power index 0.0953, kekuatan militer India dinilai hanya berada di bawah Amerika Serikat, Rusia, dan China.

India pun tercatat sebagai negara importir alutsista terbesar kedua di dunia, atau hanya kalah dari Arab Saudi, untuk periode belanja militer pada 2015-2019.

Laporan Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) berjudul SIPRI Yearbook 2020: Armaments, Disarmament and International Security, menunjukkan nilai impor alutsista India di periode 2015-2019 mencapai 9,2 persen dari total pembelian senjata militer dunia.

Laporan tersebut menyatakan kekuatan militer India diperhitungkan karena masuk dalam daftar 9 negara yang memiliki senjata nuklir.

India juga diduga sedang berupaya meningkatkan kapasitas senjata nuklirnya dengan menggelar serangkaian tes misil, tetapi tidak ada informasi resmi soal hal ini dari pemerintah negara ini.

Dalam laporannya, SIPRI memperkirakan, pada 2019, India mempunyai 150 hulu ledak nuklir dan masih melanjutkan produksi plutonium untuk tujuan peningkatan kapasitas persenjataan. Sebagai perbandingan, hingga tahun 2019, China tercatat mengoleksi 320 hulu ledak nuklir.

Merujuk data Global Fire Power, berikut kapasitas kekuatan militer India:

Pasukan: 3.544.000 personel
Kekuatan udara: 2.123 unit
Tank: 4.292 unit
Kendaraan lapis baja: 8.686 unit
Artileri: 4295 unit
Proyektor roket: 266 unit
Kapal militer: 285 unit (1 kapal induk)
Anggaran militer: 61 miliar dolar AS.


Baca juga artikel terkait MILITER atau tulisan menarik lainnya Mochammad Ade Pamungkas
(tirto.id - Politik)

Kontributor: Mochammad Ade Pamungkas
Penulis: Mochammad Ade Pamungkas
Editor: Addi M Idhom
DarkLight