Kecelakaan Kobe Bryant: Island Express Digugat Keluarga Korban

Oleh: Permadi Suntama - 22 April 2020
Dibaca Normal 1 menit
Keluarga dari 4 korban kecelakaan helikopter yang menewaskan Kobe Bryant menggugat perusahaan Island Express.
tirto.id - Kasus kecelakaan helikopter yang menewaskan pebasket legendaris NBA, Kobe Bryant membuat perusahaan Island Express Helicopters dan Island Express Holding Corp berurusan dengan hukum.

Perusahaan yang mengoperasikan helikopter dalam kecelakaan tersebut digugat oleh keluarga dari empat korban. Island Express dituding melakukan kelalaian yang berakibat hilangnya nyawa serta dituntut bertanggungjawab atas kecelakaan yang membuat mereka kehilangan anggota keluarga.

Berkas gugatan tersebut telah diserahkan kepada Pengadiilan Tinggi Los Angeles, Amerika Serikat, demikian dilansir Antara yang mengutip AFP. Mereka keluarga dari pelatih John Altobelli, beserta istrinya Kerri dan anaknya Alyssa, juga asisten pelatih Christina Mauser. Keempat nama itu turut menjadi korban tewas bersama Kobe Bryant.

Sebelumnya, istri Kobe Bryant, Vanessa, sudah lebih dulu melayangkan gugatan serupa tak lama setelah insiden kecelakaan merenggut nyawa suami dan anaknya. Vanessa juga menggugat pilot helikopter, Ara Zobayan, yang turut menjadi korban tewas dalam insiden itu.

Dia menuduh Island Express melakukan kelalaian karena mengizinkan penerbangan helikopter di saat cuaca buruk, dan mengabaikan keselamatan penumpang.

Menurut Vanessa, seharusnya Island Express dan pilot helikopter membatalkan penerbangan saat cuaca buruk. Namun, mereka mengabaikan hal itu sehingga insiden kecelakaan terjadi.

Dikutip dari ESPN, gugatan yang diajukan keluarga John Altobelli dan korban lainnya tak meminta pilot helikopter ikut bertanggungjawab, sebagaimana yang dituntut Vanessa.

Namun, mereka mendesak otoritas yang berwenang di AS memeriksa Island Express Helicopters dan Island Holding Corp selaku perusahaan induk.

Berdasarkan penyelidikan awal yang dilakukan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat, kecelakaan tersebut diduga terjadi karena cuaca buruk.

Data-data hasil penyelidikan di lapangan menunjukkan tidak ada kegagalan pada mesin pesawat dan helikopter diklaim layak terbang.

Selain itu, pilot Ara Zobayan, juga disebut telah melakukan tindakan sesuai prosedur transportasi. Otoritas setempat masih mencari penyebab helikopter itu jatuh.

Kecelakaan helikopter yang menewaskan Kobe Bryant terjadi di California, pada 26 Januari 2020. Kecelakaan maut ini menewaskan 9 orang yang berada di helikopter, termasuk putri Kobe Bryant, Gianna yang berusia 13 tahun.

Kobe Bryant merupakan pebasket profesional Amerika Serikat yang sudah memenangi lima gelar juara NBA bersama LA Lakers. Dia menghabiskan 20 tahun karier profesionalnya di NBA bersama LA Lakers dan pensiun pada 2016 lalu.

Prestasi individunya: dua kali menjadi MVP NBA Finals 2009, dan 2010, MVP NBA 2008, dan 18 kali terpilih dalam NBA All Stars.

Di level tim nasional ia turut mempersembahkan dua medali emas Olimpiade di Beijing 2008, dan London 2012. Ia juga jadi bagian tim AS saat menjadi juara FIBA Americas Championship 2007.


Baca juga artikel terkait KOBE BRYANT atau tulisan menarik lainnya Permadi Suntama
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Permadi Suntama
Penulis: Permadi Suntama
Editor: Addi M Idhom
DarkLight