Kecelakaan di Tol Sumo, Sopir Bis Diduga Konsumsi Narkotika

Reporter: Adi Briantika - 17 Mei 2022 17:20 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Berdasar hasil penyelidikan sementara, penyebab kecelakaan di Tol Surabaya-Mojokerto diduga karena sopir bus di bawah pengaruh narkotika.
tirto.id - Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Timur Kombes Pol Latif Usman menyatakan tidak ada upaya pengereman saat kecelakaan maut bus Ardiansyah di KM 712+400 Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) pada Senin 16 Mei 2022 pagi.

"Dari hasil olah tempat kejadian perkara, tidak ada bekas pengereman, sama sekali. Kami masih akan terus melakukan pendalaman," ujar Latif di Mapolda Jatim di Surabaya, Selasa (17/5/2022) dilansir dari Antara.

Latif mengungkapkan, bus saat melaju tidak mengalami oleng, bahkan sempat menyalip truk yang ada di depannya melalui jalur cepat di sekitar KM 711. Setelah itu, kata dia, bus kembali ke jalur lambat, baru kemudian oleng ke kiri.

"Soal kelaikan kendaraan, kami masih koordinasi dengan Dinas Perhubungan dengan ATPM, KIR-nya kapan, masih layak atau tidak, nanti kami uji," ucap Latif.

Latif menambahkan jumlah penumpang bus secara keseluruhan sebanyak 34 orang dari kapasitas 37 orang, sehingga tidak dalam kondisi berlebihan.

"Kami sedang mendalami lagi perusahaan otobus (PO) ini, pengemudinya ini sudah berapa lama bekerja, lalu pengalamannya bagaimana. Itu semua kami dalami," tuturnya.

Sebelumnya, terjadi kecelakaan bus nomor polisi S-7322-UW di KM 712+400 jalur A Tol Surabaya - Mojokerto (Sumo), Jawa Timur, Senin pagi pukul 06.15 WIB.

Bus PO "Ardiansyah" yang mengangkut 33 warga asal Benowo, Surabaya, menabrak tiang Variable Message Sign (VMS) atau papan imbauan pada bahu jalan tol.

Akibat peristiwa tersebut, 14 orang meninggal dunia, sedangkan penumpang lainnya mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Rinciannya, delapan orang dirawat di Rumah Sakit Citra Medika Sidoarjo, satu orang di RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo, empat orang di RS Emma Mojokerto, tiga orang di RS Petrokimia Gresik dan tiga orang lainnya di RS Gatoel Mojokerto.

Di lokasi terpisah, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan hasil pemeriksaan menyatakan bus yang dikemudikan AF merupakan sopir pengganti. Berdasar hasil penyelidikan sementara, penyebab kecelakaan diduga karena sopir di bawah pengaruh narkotika.

AF mulai menyetir dari area peristirahatan KM 695, dia menggantikan AA (31) yang kelelahan. Baru 17 kilometer ia menyopir, kecelakaan terjadi. AF pun tak memiliki Surat Izin Mengemudi, maka polisi akan mencari tahu apakah benar AF merupakan sopir cadangan atau kernet.

“AF (29) yang merupakan sopir pengganti, hasil tes urine yang bersangkutan (yakni) yang bersangkutan di bawah pengaruh narkotika jenis amfetamin,” ucap Ramadhan di di Mabes Polri, Selasa (17/5/2022).


Baca juga artikel terkait KECELAKAAN BUS atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Bayu Septianto

DarkLight