Kebiasaan yang Dapat Merusak Telinga: Headset Hingga Suara Keras

Oleh: Dinda Silviana Dewi - 26 Desember 2019
Dibaca Normal 2 menit
Kebiasaan sehari-hari yang dapat memunculkan gangguan kesehatan pada telinga
tirto.id - Banyak yang tidak menyadari bahwa ada beberapa hal yang dapat mengganggu kesehatan pendengaran. Jika hal tersebut tidak diperhatikan dengan baik akan berakibat fatal.

Sementara, tidak sedikit orang yang mengabaikan masalah kesehatan telinga dengan tidak melakukan pemeriksaan secara rutin.

Terdapat hubungan yang kuat antara gangguan pendengaran dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Artinya, ada beberapa kebiasaan kesehatan yang buruk yang dapat mengganggu pendengaran.

Beberapa orang tidak menyadari bahwa ada perbedaan pada telinga mereka pada awal munculnya gangguan kesehatan. Hal tersebut karena banyak orang yang tidak mengindahkan gejala-gejala yang muncul. Berikut adalah gejala munculnya gangguan pendengaran dilansir dari healthline:

- Gangguan pendengaran yang mengganggu aktivitas harian
- Gangguan pendengaran yang menjadi lebih buruk atau tidak hilang
- Gangguan pendengaran yang lebih buruk di satu telinga
- Gangguan pendengaran mendadak
- Bunyi dengung di telinga
- Gangguan pendengaran yang parah
- Sakit telinga bersama dengan masalah pendengaran
- Sakit kepala
- Mati rasa
- Kelemahan

The National Institute of Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD) memaparkan bahwa sekitar 15 persen dari orang dewasa di Amerika (berumur 18 tahun ke atas) mengalami masalah dengan kesehatan pendengaran mereka.

Meskipun kehilangan pendengaran lebih banyak dialami oleh orang dengan usia lanjut, tidak ada salahnya untuk menjaga kesehatan guna menghindari hal tersebut sejak usia dini.

Berikut adalah kebiasaan sehari-hari yang dapat memunculkan gangguan kesehatan pada telinga dilansir American Hearing Balance:

1. Suara keras

Mendengarkan suara yang keras merupakan salah satu kebiasaan yang tidak sehat bagi pendengaran.

Terlebih bila karena terpapar suara keras dalam jangka waktu yang lama. Padahal, banyak orang yang secara tidak sengaja menempatkan diri dalam situasi tersebut. Beberapa contohnya adalah ketika pergi ke konser, bar, atau klub malam yang mengatur suara dengan keras.


2. Mendengarkan musik lewat headphone atau headset

Headphone atau headset yang digunakan oleh kebanyakan orang sering mengarahkan suara langsung ke telinga. Hal tersebut membuat suara lain tidak dapat masuk dalam telinga sehingga dapat merusak kerusakan pada struktur telinga.

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan headphone dan gangguan pendengaran pada anak-anak sangat berkaitan. Penelitian tersebut memeriksa 3.116 orang dengan usia 9-11 tahun menunjukkan 40 persen dari mereka yang mendengarkan musik lewat headphone lemah dalam mendengarkan musik berfrekuensi tinggi.


3. Tidak konsultasi kepada dokter

Dalam segala urusan kesehatan, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter. Fakta tersebut merupakan bagian penting dari kesehatan. Seorang dokter akan dapat memeriksa setiap hal dalam kesehatan tubuh pasien dan melacak gangguan kesehatan yang dialami.

Dokter akan menawarkan bantuan dalam mengatasi kesehatan tubuhnya dan memberitahu pasien untuk memulai perawatan.


4. Merokok

Kebiasaan merokok dapat mengganggu kesehatan pendengaran adalah fakta yang mengejutkan bagi banyak orang. Bahan kimia dari rokok dapat menumpuk di tubuh dan menyebabkan telinga kehilangan kemampuan untuk menangkap suara getaran kecil di telinga bagian dalam.


5. Kebiasaan yang tidak sehat

Gaya hidup yang tidak sehat dapat menggangu dan mengakibatkan melemahnya kesehatan telinga. Tidak berolahraga secara teratur dapat menyebabkan obesitas dan diabetes yang mengganggu sirkulasi darah. Hal tersebut membahayakan pendengaran.

Ini berarti ada area otak yang mengartikan suara kekurangan nutrisi vital dan mulai menyebabkan kerusakan yang tidak sehat yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran seiring waktu.


Baca juga artikel terkait KESEHATAN TELINGA atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight