Menuju konten utama

KBRI Washington DC Sebut 142.441 WNI di AS dalam Kondisi Aman

Seluruh WNI di AS yang berjumlah 142.441 orang saat ini berada dalam kondisi aman dan baik-baik saja.

KBRI Washington DC Sebut 142.441 WNI di AS dalam Kondisi Aman
Para pengunjuk rasa berbaris selama unjuk rasa solidaritas untuk George Floyd, Senin, 1 Juni 2020, (Foto AP / Frank Franklin II)

tirto.id - Kedutaan Besar RI (KBRI) di Washington DC, mengatakan, hingga saat ini pihaknya terus mengawasi serta memastikan bahwa semua warga negara Indonesia (WNI) yang berada di seluruh wilayah Amerika Serikat (AS) dalam kondisi aman, Selasa (2/6/2020).

Meskipun hingga saat ini aksi protes massa masih terus merebak dalam sepekan terakhir.

“Seluruh WNI di AS yang berjumlah 142.441 orang saat ini berada dalam kondisi aman dan baik-baik. Tidak ada laporan terkait WNI yang terdampak akibat demo,” kata Wakil Duta Besar RI untuk AS Iwan Freddy Hari Susanto, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, dilansir Antara.

Aksi protes mulai muncul di Kota Minneapolis, Negara Bagian Minnesota, pada Selasa (26/5/2020) pekan lalu waktu setempat, sehari setelah peristiwa pembunuhan dalam penangkapan George Floyd, seorang warga kulit hitam, oleh polisi kota itu.

Pembunuhan Floyd kemudian memicu aksi protes yang lebih besar bertajuk Black Lives Matter (Nyawa Orang Kulit Hitam Berharga), di sejumlah kota dalam wilayah Pantai Timur hingga Pantai Barat.

Sedikitnya 40 kota di AS, termasuk Ibu Kota Washington DC, telah menerapkan jam malam dan status darurat, menyusul adanya kekerasan dan kerusuhan yang mewarnai aksi protes tersebut.

Menurut Konsulat Jenderal RI (KJRI) Chicago, dalam pernyataan tertulis, setidaknya ada dua warga sipil AS yang tewas, di Detroit dan Indianapolis, per Sabtu (30/5/2020) waktu setempat, serta beberapa anggota polisi terluka, toko-toko dijarah, dan fasilitas umum dirusak.

Di tengah situasi yang tidak kondusif itu, KBRI serta seluruh perwakilan RI di AS mengimbau WNI agar bersikap tetap tenang dan hati-hati, serta menghindari lokasi aksi unjuk rasa yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan.

“Tidak keluar rumah, kecuali untuk kepentingan atau kebutuhan yang mendesak, seperti membeli kebutuhan rumah tangga sehari-hari atau pergi ke dokter,” kata Iwan Freddy dalam keterangan yang sama.

Baca juga artikel terkait GEORGE FLOYD

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH