Pandemi COVID-19

Kata Reisa soal Beda Data Kematian COVID-19 Kemenkes & RS Online

Oleh: Andrian Pratama Taher - 18 September 2020
Dibaca Normal 1 menit
Reisa B. Asmoro berkata perbedaan data terjadi karena tidak semua data orang meninggal di RS online akibat COVID-19.
tirto.id - Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro menjawab alasan data kematian yang diumumkan pemerintah berbeda dengan data kematian yang disampaikan rumah sakit online.

Reisa mengatakan perbedaan tersebut terjadi karena tidak semua data orang meninggal di RS online akibat COVID-19. Informasi tersebut disampaikan setelah Reisa berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan.

“Kami telah mengkonfirmasikan kepada Kementerian Kesehatan bahwa data kematian yang ada dari RS online belum pasti COVID-19, sedangkan data kematian yang dikeluarkan oleh Pusdatin Kemenkes atau All record data kenal sudah terkonfirmasi positif COVID 19," kata Reisa dalam konferensi pers secara daring dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/9/2020).

Reisa mengatakan, Kementerian Kesehatan menguji kembali data kematian yang diterima dari rumah sakit. Ia mengatakan, pengujian data kematian berdasarkan hasil pemeriksaan hasil laboratorium. Dengan demikian, data yang disampaikan pemerintah adalah data yang tervalidasi.

“Oleh karena itu data yang ada di rumah sakit masih perlu pembuktian melalui laboratorium maka bisa disimpulkan data yang ada di RS online belum semua terkonfirmasi hasil lab," kata Reisa.

Permasalahan data memang menjadi masalah dalam penanganan COVID-19. Lembaga swadaya masyarakat KawalCOVID19 pernah merilis temuan perbedaan data pasien. https://tirto.id/sengkarut-perbedaan-data-corona-pusat-daerah-saat-kasus-menanjak-f4dR

Jumlah total kasus pada 9 September yang dicatat pusat sebanyak 203.342, sedangkan daerah, setelah dikalkulasikan, ada lebih banyak 568 atau total 203.910. Pada hari yang sama, pusat mencatat 145.200 kasus sembuh, sedangkan daerah 148.944 atau selisih 3.744. Sementara data kasus meninggal, pusat mencatat 8.336, sedangkan daerah selisih 689 atau sebanyak 9.025.

Terkini, akun media sosial instagram @Pandemictalks mencatat ada perbedaan angka kematian antara data Kementerian Kesehatan dengan data RS online. RS online mencatat ada 22.932, sementara data pemerintah 9.100 kasus meninggal sehingga ada selisih 13.832.

RS online adalah bagian dari pelaporan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 171/MENKES/PER/VI/2011 tentang Sistem Informasi RS.

Angka kematian yang tercatat di RS online disebut termasuk mereka yang masih berstatus suspek dan diduga COVID-19. Beredar kabar, pencatatan tersebut sesuai dengan standar WHO, sementara catatan Kemenkes hanya mencatat pasien positif Covid-19 yang meninggal.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Abdul Aziz
DarkLight